This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 17 Maret 2013

Kulit Berminyak dan Penyebabnya







Apakah jenis kulit anda berminyak...?, secara sederhana bisa anda lihat di area T-zone...apakah memang lebih berminyak dari area lain..?. jika Ya, itu artinya wajah anda jenis berminyak. Ternyata memang kulit berminyak ini mempunyai masalah lebih dibandingkan dengan kulit jenis normal atau kering.

Dibawah ini akan diulas secara sains....yang mungkin agak sedikit membingungkan..., namun setidaknya kita mengerti sedikit tentang kulit berminyak serta mekanisme terjadinya minyak dan cara mengatasinya,  baik kita segera bahas.

KULIT BERMINYAK

  • Tingginya kadar lemak pada permukaan kulit
  • Sangat sering di kaitkan dengan tumbuhnya jerawat, sehingga   sering     dikaitkan     dengan     kulit     yang cenderung berminyak.
  • Adanya      gangguan      keratinisasi      kulit.      Terjadi  hiperkeratinisasi  pada daerah folikel rambut tempat keluarnya sebum.

GAMBARAN KLINIS

  • Adanya  seboroik  terdapat  pada  daerah  yang  kaya akan kelenjar sebum di daerah dahi, hidung, dagu (daerah T ), punggung, dada dan bahu.
  • Kulit berminyak dengan pori-pori besar.
  • Seborrhoea oleosa.
  • Acne    umumnya    terbatas    pada    daerah    dengan produksi  sebum,  dimana  terdapat  kelenjar  sebum yang  besar  yang  berhubungan  dengan  rambut lanugo.
  • Acne : Terlihat dengan peradangan  kulit pada folikel rambut.
  • Sistem kelenjar sebum yang tertahan, dimana folikel ostium tertutup, wjite head.
  • Papula putih berdampingan dengan papula hitam.
  • Selanjutnya dapat terjadi perubahan kulit meradang, tuber, nodus bahkan pustule.
  • Ditangani oleh dermokosmetika adalah akne dengan komedo kurang dari 20, tidak ada atau lebih kecil dari  30 papula.
JENIS-JENIS ACNE
  • Acne Papulopustulosa, pada anak muda.
  • Acne Comedonica.
  • Acne Cosmetica.
  • Acne      Conglobata,      fulminans      tidak      masuk dermatokosmetika (jerawat batu = pustule).
  • Acne Medicament ( mis pada pemakaian Phenytoin, INH, Aknesteroid (glukokostikosteroid))

Derajat acne comedonica menurut Plewig

Derajat
I                                  <10 per setengah muka
II                                   10 – 20
III                                  25 – 50
IV                                 >50 per setengah muka.


 

FAKTOR-FAKTOR YANG MNINGKATKAN PRODUKSI SEBUM

1.   Pengaruh hormone endokrin.

2.   Pengaruh non-hormon

Pengaruh Hormon Endokrin

  • Androgen ( 5-alfa dehidrotestosteron), yang memiliki reseptor pada kelenjar sebum.
  • Peningkatan  metabolism  testosterone  denjadi  DHT oleh 5-alfa dehidrotestosteron reduktase/ 5-alfa reduktase.
  • Dehidro epiandrosferonsulfat (juga pada wanita).
  • Hormon    Hipofisis    (    Growth    Hormone,    ACTH, Gonadotropin).






Pengaruh Non Endokrin

  • Sinar UV (memperbesar kelenjar minyak)
  • Peningkatan    suhu    tubuh    (    kenaikan    suhu    1°C meningkatkan 10% produksi kelenjar minyak)
  • Irama  Sirkadian =  irama  tubuh harian  (  meningkat pada jam pertama tidur)
  • Faktor  genetika  (  5-alfa  reduktase  aktif,  aktivitas kelenjar minyak yang meningkat)
  • Stress  (  substanz  P,  meningkatkan  proliferasi  dan diferensiasi kelenjar sebum)
  • Produksi sebum menurun karena :
  • Puasa ( tdk ada hub dengan komposisi makanan)
  • Umur, menopause
  • Obat-obatan   :   antiandrogen   (siproteron   asetat), retinoida (anti proliferasi), gestagen (klormedinon asetat = diane 35, shering ), spironolacton, penurun lipid.

GANGGUAN KERATINISASI KULIT

  • Peningkatan keratinisasi pada jalan keluar sebum di folikel rambut  ini yang bisa menyebabkan Komedo
 PORI


  • Pembentukan   komedo   yang   lama   menyebabkan kerusakan jaringan ikat perfolikuler menyebabkan kerusakan serabut elastin dan folikel melebar ( biasanya diatasi dgn chemical peeling)
  • Bakteri
  • Senyawa komedogen
  • Psikis dan factor nutrisi
  • Penyakit  :  agromegali, morbus  Parkinson, tireotoksikosis.

PENANGANAN
 
  • Antiseptik, adstrigen, komedolitik
  • Aluminium hidroksida (chemical peeling)
  • Asam susu dan asam salisilat (keratolitik)
  • Kaolin dan talcum (penyerap minyak)
  • Asam vitamin A dan tetrasiklin ( u pustule)
hmmm.....agak pening ya,  baik akan kita bahas tentang kosmetika yang cocok bagi orang yang berjenis kulit wajah berminyak.


Kosmetika Yang Cocok Untuk Jenis Kulit Wajah Berminyak.

Untuk merawat kulit berminyak, pilihlah produk yang sesuai jenis kulit. Pilih produk make-up dan perawatan wajah yang tidak hanya berlabel 'oil-free' tapi juga 'non-comedogenic'. Dikutip dari styletips 101, berikut ini tips lainnya dalam memilih kosmetik untuk kulit berminyak.
 

1. Pembersih Wajah
Saat ini banyak produk yang mengklaim bisa mengurangi kelebihan minyak, tapi efeknya, kulit justru kehilangan kelembaban alami. Permukaan yang kering justru memicu produksi minyak lebih banyak sehingga kulit akan semakin berminyak beberapa saat setelah membersihkan wajah.

Pilih yang berformula lembut dan tidak membuat kulit kering. Jika wajah mudah berjerawat, gunakan pembersih yang mengandung salicylic acid. Jangan lupa selalu oleskan pelembab setelahnya.

2. Moisturizer
Pilih pelembab atau moisturizer bertekstur ringan yang 'oil-free' dan 'non comedogenic'. Pelembab berbentuk lotion biasanya lebih cocok untuk kulit berminyak dibandingkan krim. Pelembab berbahan dasar air seperti gel juga sesuai untuk merawat kulit berminyak.

Untuk sunblock, jangan pilih SPF terlalu tinggi. Semakin tinggi kandungan SPF, akan semakin banyak pula minyak yang terkandung. Cukup gunakan krim tabir surya dengan SPF paling tinggi maksimal 30.

3. Make-up
Mineral make-up cocok untuk kulit berminyak. Selain kecil kemungkinannya iritasi, mineral make-up juga tidak menimbulkan komedo. Pilih foundation bentuk cair dan bedak tabur untuk rias wajah. Hindari bedak two-way cake karena bisa menyumbat pori dan membuat kulit lebih berminyak. Blush on bentuk bubuk juga cocok untuk kulit berminyak dibandingkan jenis krim.

 
Semoga Bermanfaat....

Regards,
KSC Beauty Clinique


Kamis, 14 Maret 2013

Penyebab "Mata Panda"



Munculnya lingkaran hitam atau "dark circle" di seputar mata atau bisa kita sebut dengan "Mata Panda" tentunya sangat mengganggu, oleh karena itu kita sebaiknya mengetahui dahulu penyebab mata panda ini.
Lingkaran hitam di seputar mata pada dasarnya disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti genetik, kurang tidur, konsumsi alkhol, atau punya penyakit dalam lainnya. Sehingga menyebabkan kulit menjadi ter-dehidrasi dan tipis, sehingga pembuluh darah terlihat lebih biru.
Selain itu paparan sinar matahari, penuaan dini karena berkurangnya kolagen yang menyebabkan kulit jadi tipis dan kendur, disamping itu konsumsi Pil KB juga bisa menyebabkan melebarnya pembuluh darah.
Alergi adalah penyebab lain dari timbulnya lingkaran gelap di bawah mata Anda. Ketika Anda menggaruk mata yang gatal, hal ini membuat kulit menjadi iritasi dan memecahkan pembuluh kapiler yang kecil di bawah kulit. Menyebabkan bengkak dan perubahan warna. Jadi, hati-hati jika menggaruk mata Anda. Pengobatan medis di Cina menyatakan bahwa lingkaran hitam bawah mata merupakan tanda kelemahan dalam kinerja ginjal manusia. Kelemahan ginjal ini diakibatkan kelelahan dan kurang istirahat serta relaksasi. Dalam pengobatan Cina, ginjal juga mampu mengeluarkan hormon pigmen melanin, dikatakan bahwa ginjal yang tidak sehat memproduksi dan akhirnya menumpuk pigmen di sekitar bawah mata dan tempat lain di sekitar wajah.
Kekurangan vitamin K dan antioksidan juga merupakan salah satu akibat timbulnya lingkaran gelap di bawah mata. Apalagi kosmetik-kosmetik zaman sekarang yang justru membuat Anda kekurangan vitamin. Kekurangan zat besi juga dipercaya menjadi penyebab timbulnya lingkar hitam bawah mata. Lingkar hitam bawah mata juga terjadi secara alamiah, semakin kita tua, kulit kehilangan kolagen sehingga menajdi tidak kencang, berkerut dan menipis.

Sekarang bagaimana cara mengatasinya masalah tersebut....?,  ada beberapa tips untuk mengatasi mata panda ini, dan diklasifikasikan sampai 3 cara yaitu :

A. Secara Topikal 
coba gunakan krim yang mengnandung bahan pencerah, seperti vitamin C, asam kojic, Alpha Hydroxy Acid, dan bahan antioksidan seperti blueberry atau teh hijau.
B. Secara Oral
Apa yang Anda makan mempengaruhi kesehatan anda. Diet sehat, minum banyak air, pastikan mengkonsumsi banyak vitamin, buah-buahan dan sayuran terutama bayam. Makanlah dua gelas bayam organik yang fresh setiap hari. Sebagai tambahan, makan segengam kacang almond (unsalted dan unroasted) sebagai camilan. Hindari makan yang asin. Juga Pir Asia atau Fuji, telah lama digunakan oleh ahli pengobatan Cina sebagai obat untuk mencerahkan lingkaran bawah mata. Vitamin C dan antioksidannya mampu melindungi sel-sel kulit.
C. Secara Tindakan
Maksud dari tindakan disini adalah suatu hal yang dilakukan sendiri oleh kita, yaitu :
  • Istirahat yang cukup, dengan istirahat yang cukup dan berkualitas maka peredaran darah akan lancar sehingga badan menjadi segar dan lingkaran hitam berangsur-angsur akan hilang.
  • Hindari minum alkhol dan merokok, disamping tidak baik untuk kesehatan, juga menyebabkan lingkaran hitam menjadi tampak jelas.
  • General Check-Up, hal ini untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit dalam yang diderita, khususnya ginjal dan liver.
  • Hindari stress, perbanyaklah olah raga pagi khususnya mulai jam 5 - 6 pagi, cukup jogging atau relaxasi badan.

Semoga Bermanfaat.....

Regards,
KSC Beauty Clinique

Rabu, 13 Maret 2013

Hubungan Antara Jerawat Dengan Penyakit Yang Di Derita



Lokasi Jerawat bisa mengindikasikan penyakit tertentu....? , waah baru tahu nih..., namun tidak di daratan China. Para Tabib di zaman China kuno telah membagi wajah menjadi 14 zone berkaitan dengan lokasi Jerawat tumbuh yang bisa mengidentifikasi area spesifik dalam tubuh.
Meskipun secara medik, terjadinya jerawat itu dikarenakan tersumbatnya pori-pori yang sudah terpapar bakteri, sehingga menimbulkan peradangan dipermukaan kulit.

Baiklah agar tidak penasaran tentang kaitannya Jerawat dengan Penyakit Tertentu silahkan simak berikut ini...



Bila jerawat tumbuh di area angka ( 14 Zona ) tertera diatas beserta cara mengatasinya maka :

ZONA 1 & 3
Jerawat yang tumbuh di area 1 dan 3 ini menunjukkan adanya gangguan Sistem Pencernakan. Untuk meringankannya minumlah air putih  minimal 8 gelas tiap hari serta hindari kafein.

ZONA 2
Jerawat yang tumbuh di area 3 mengindikasikan Penyakit Liver. Oleh karena itu kurangi minuman berakhohol dan konsultasi ke dokter untuk mengetahui kondisi secara detail.

ZONA 6 & 8
Jerawat yang tumbuh di area 1 dan 3 ini menunjukkan adanya gangguan Ginjal. Untuk meringankannya minumlah banyak air putih  serta hindari kafein.

ZONA 7
Jerawat yang tumbuh di area 7 mengindikasikan gangguan pada Hati. Oleh karena lakukan pemeriksaan  tekanan darah dan  konsultasi ke dokter untuk mengetahui kondisi secara detail, serta hindari makan yang pedas.

ZONA 4 & 10
Jerawat yang tumbuh di area 4 dan 10  ini menunjukkan adanya gangguan Ginjal. Untuk meringankannya minumlah air putih  minimal 8 gelas tiap hari serta hindari kafein.

ZONA 5 & 9
Jerawat yang muncul di zona 5 dan 9 terjadi karena adanya gangguan Pernafasan, oleh karena itu, berhentilah merokok, konsumsi obat alergi bila memang punya alergi, tingkatkan asupan sayuran dan kurang asupan gula.

ZONA 11 & 13
Munculnya jerawat di zona 11 dan 13 ini bisa terjadi karena adanya gangguan hormon, Untuk menguranginya perbanyak istirahat, hindari stress, perbanyak minum air outih dan sayuran hijau, serta konsultasi ke dokter untuk mengetahui ada tidaknya gangguan hormonal.

ZONA 12
Jika jerawat muncul di zona 12, maka kemungkinan besar ada gangguan Perncernakan (perut), sehingga diperlukan asupan serat serta minumlah teh hijau.

ZONA 14
Jika muncul jerawat di zona 14 ini bisa mengindikasikan gangguan Penyakit  selain yang disebutkan diatas. Sehingga berkonsulatasi lah ke dokter kemungkinan-kemungkinan penyakit yang diderita.


Nah ...apakah anda sekarang berjerawat...? dan apakah ada indikasi penyakit dengan zona jerawat anda..?....anda sendiri yang bisa mengetahui...

Semoga Bermanfaat...

Regards,
KSC Beauty Clinique

Selasa, 12 Maret 2013

Tips Penggunaan Produk Perawatan Wajah


Sering kali kita merasa kebingungan dengan penggunaan produk perawatan wajah yang baru kita beli, entah itu rekomendasi teman atau saudara. Namun ada beberapa tips agar kita setidaknya merasa tenang dalam penggunaan produk tersebut, yaitu :
1. Legalitas
2. Test Sensitivitas
3. Mengetahui Permasalahan
4. Penggunaan sesuai kondisi kulit wajah

baik, akan kita ulas satu demi satu hal-hal yang perlu kita cermati dalam penggunaan produk perawatan sebagai berikut :

1. Legalitas
Ini adalah hal utama dalam pemilihan awal suatu produk perawatan sebelum kita menggunakannya. Di Indonesia , badan atau otoritas yang berwenang mengawasi dan mengeluarkan sertifiaksi bahwa produk itu aman adalah BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).
Teliti dahulu sebelum membeli produk perawatan wajah, apakah sudah terdapat Notifikasi dari BPOM.  Kita juga bisa membeli dari klinik kecantikan resmi yang memang ditangani oleh seorang dokter ahli dalam bidangnya.
Sedapat mungkin sebelum beli produk harus berkonsultasi dengan dokter klinik yang bersangkutan. Di dunia modern dimana arus informasi sangat cepat sehingga seolah-olah dunia itu kecil dan dekat, pengggunaan Online Consultancy memang tidak bisa dihindari lagi, namun sampai saat ini di negara Indonesia belum mengatur secara detail tentang hal ini.

2. Test Sensitivitas
 Ketika kita memilih suatu produk, apalagi yang berhubung dengan kecantikan, kita sebaiknya harus disesuaikan dengan kecocokan dengan kulit kita. Ada beberapa cara untuk mengetahui bahwa produk tersebut cocok dengan kulit kita, setidaknya sebagai test allergie terhadap kulit kita yaitu :
  • Test di Belakang Leher, Oleskan sedikit cream atau lotion pada bagian leher bagian belakang atau bisa disebut tengkuk, diamkan beberapa menit, apakah ada reaksi terhadap diri kita. Reaksi itu umumnya terasa panas atau terasa gatal.
  • Test di Cuping Telinga, Oleskan sedikit produk kebagian cuping telinga kita, rasakan reaksinya, bila tidak terjadi apa-apa, maka produk tersebut cocok dengan kulit kita.
  • Test Lipatan Lengan, Oleskan sedikit pada lipatan lengan, jika terasa kurang nyaman baik panas maupun gatal, sebaiknya tidak menggunakan produk tersebut.

3. Mengetahui Permasalahan
Sebaiknya kita mengetahui permasalah yang kita hadapi berkaitan dengan kulit wajah kita sendiri. Produk Perawatan Dasar yang sudah diterangkan di topic sebelumnya, seperti Sabun Wajah, Cleanser, Toner, Tabir Surya, Krim Pagi dan Krim Malam memang dianjurkan digunakan setiap hari secara rutin, hal ini dilakukan agar menjaga agar kulit tetap sehat.
Sedangkan Produk Perawatan Tambahan tidak selalu digunakan, cukup digunakan saat dalam rangka pengobatan permasalah tersebut. Misalnya Antipigmentasi untuk mengurangi pigmentasi seperti vlek hitam. Ketika pigmentasi sudah hilang, maka krim tersebut seharusnya dihentikan pemakaiannya.
Kalau tidak, krim antipigmentasi yang biasanya mengantung hidrokuinon, jika digunakan secara terus-menerus dengnan jangka waktu yang lama justru akan menyebabkan kulit menjadi lebih hitam dari sebelumnya dan bisa menyebabkan ochronosis.
Atau contoh lain, jika menggunakan antijerawat yang biasanya mengandung steroid  secara teru-menerus tanpa jedah, akan menyebabkan atrophic scar atau jaringan parut yang membentuk cekungan pada beberapa bagian wajah.

4. Penggunaan Sesuai dengan Kulit Wajah
Bisanya kalau kita pernah ke Klinik Kecantikan dan dilakukan test jenis kulit dengan suatu alat hal ini mudah memang, namun tentu akan sedikit mahal. Kita sendiri bisa melakukan uji jenis kulit kita sendiri dengan mempelajari T-zone wajah kita, hal ini sudah kami bahas di artikel sebelumnya.
Selain Jenis Kulit, kita juga harusnya menyesuaikan produk yang akan kita beli dengan Usia kita, apakah memang cocok suatu produk itu dengan usia kita ?..., memang ada pendapat para ahli bahwa untuk mendapatkan kulit yang sehat maka sebaiknya dilakukan sejak dini. Tujuannya adalah meminimalkan resiko munculnya permasalahan kulit, seperti scar, jerawat,  dan pigmentasi.
Perawatan sejak dini itu bisa dilakukan sejak usia 15 tahun,....tapi ingat bahwa pada usia tersebut biasanya kulit wajah masih sehat dan normal, oleh karena itu penggunaan produk perawatan dasar yang ringan memang dianjurkan, yaitu hanya sebatas Sabun Wajah, Cleanser, dan Tabir Surya.

Nah.. dari ulasan diatas sebaiknya kita lebih waspada dan berhati-hati dalam perawatan kulit wajah kita, agar kita tidak mengalami permasalahan baru.


Regards,
KSC Beauty Clinique 

TIPS MEMILIH PRODUK PERAWATAN WAJAH YANG TEPAT



Menjamurnya produk perawatan wajah di pasaran , kerap membuat bingung untuk memilih, apalagi tipikal wanita Indonesia itu sering ikut-ikutan teman atau saudara dekatnya, bahkan tidak jarang terpengaruh oleh sales nya yang menawarkan produk dengan berbagai keunggulan namun belum tentu cocok dengan kondisi kulit kita.

Dan bila kita salah memilih produk perawatan wajah justru bisa menyebabkan permasalahan baru seperti jerawat ataupun vlek , yang tentunya akan menguras kantong kita.

Kita sebaiknya mendengar saran beberapa ahli kulit dan kecantikan, disini akan diurai oleh Dr.dr. M. Yulianto Listiawan SpKK dan Juliana Yu CIDESCO Dip.Int'l. sebagaimana telah dipaparkan di Tabloid Cantiq edisi Desember 2012.

DUA KATEGORI

Lantas bagaimana memilih produk perawatan wajah yang baik...?. Menurut para ahli bahwa untuk memilih produk perawatan wajah yang tepat itu seharusnya dilihat dari Jenis dan Fungsi produk tersebut. Dimana produk perawatan wajah itu terbagi menjadi dua kategori besar yaitu :

 1. PRODUK PERAWATAN DASAR.
Produk Perawatan Dasar ini mempunyai 4 prinsip dasar yaitusebagai :

A. Pembersih
B. Perlindungan
C. Perawatan
D. Pelembab

A. PEMBERSIH
Pembersihan kulit wajah dilakukan untuk mengangkat kotoran sisa-sisa make-up atau kotoran dan debu saat kita berkativitas diluar. Disamping itu pembersih juga berguna untuk 'menyiapkan" kulit wajah agar nantinya dengan mudah bisa menyerap bahan-bahan produk yang akan dioleskan berikutnya.
Pembersihan kulit wajah bisa berupa Sabun Wajah (Facial Wash), Cleanser, ataupun Toner. Yang tentunya dalam pemilihannya harus disesuaikan dengan jenis kulit.
Pembersihan biasanyadilakukan tiga kali dalam sehari, yaitu pagi dan siang sebelum menggunakan sunblock dan sebelum me-make up wajah. Serta pada malam hari setelah selesai berktivitas dan sebelum menggunakan krim malam.

B. PERLINDUNGAN
Perlindungan kulit wajah terhadap paparan sinar matahari sangat penting, karena bisa menyebabkan penurunan fungsi kulit hingga 90%. Oleh karena itu penggunaan Tabir Surya (Sunblock) ini sangat penting, dimana sunlblok itu ada berupa produk tunggal atau sudah termasuk dalam krim pagi.
Secara umum, sebaiknya penggunaan sunblock ini dimulai dari jam 09.00 - 16.00.
Perlu diketahui juga bahwa sunblock yang baik adalah sunblok yang bisa menangkis UVA dan UVB, bisanya dalam produk tercantum SPF ( sun protection factor ) sebesar 15, 30, 50. arti SPF-15 adalah bahwa produk tersebut mampu melindungi kulit dari UVB selama 3 jam, jadi seharusnya diulang lagi bila lebih dari 3 jam, namun tentunya harus dibersihkan  dengan sabun wajah, cleanser, maupun toner  lebih dahulu sebelum pemakaian sunblock.
Namun sinar matahari itu tidak hanya mengandung UVB saja, UVA juga merugikan kulit wajah, maka dari itu produk sunblock yang baik itu juga mengandung proteksi UVA yang biasanya tertulis tanda PA atau "++", contohnya  Sunblock SPF-15 ++ atau Sunblock SPF-15/PA.

C. PERAWATAN
Prinsip dari perawatan disini adalah bertujuan untuk menyehatkan dan meremajakan kulit, untuk itu bisa digunakan Krim Pagi dan Krim Malam.  Dimana krim pagi digunakan pagi dan siang hari, secara umum krim pagi bisa melembabkan kulit dan melindungi kulit jika mengandung tabir surya.
Sedangkan  krim malam digunakan sehari satu kali pada malam hari. Sebenarnyakrim malam bisa bebagai perawatan dan bisa juga digunakan sebagai perawatan kebutuhan khusus, misalnya krim malam khusus vlek.
Krim malam mampu membuat collagen kulit lebih padat sehingga kulit lebih kencang, kenyal, cerah, dan pigment lebih merata. Krim malam kadang juga mengandung pelembab sehingga berfungsi melembabkan kulit.

D. PELEMBAB
Kulit yang normal adalah kulit yang kelembabannya terjaga, sehingga perbaikan kulit wajah akan menjadi lebih terjaga. Produk pelembab ini ada yang tersendiri dan ada pula yang tergabung dalam krim pagi atau krim malam.

2. PRODUK PERAWATAN TAMBAHAN
Produk perawatan tambahan ini berfungsi untuk perawatan kulit wajah dengan masalah yang menyertainya misalnya pigmentasi atau vlek hitam, aging berupa kerut-kerut halus, jaringan parut (scar), dan jerawat (acne). Fungsi-krim malam juga sudah ada untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Krim malam yang digunakan sebagai perawatan tambahan ini bisa disebut sebagai krim malam dengan kebutuhan khusus sebagai mana sudah dijelaskan diatas. Krim malam dengan kebutuhan khusus itu biasanya mengandung asam vitamin A, retinic acid, alpha hydroxyl acid (AHA), steroid dan hydroquinon yang tentunya kadarnya tidak berlebihan, selain itu juga mengandung vitamin A,B,C, dan E.


KONDISI KULIT WAJAH


   setelah mengetahui kategori perawatan wajah, sebaiknya kita harus mengetahui kondisi kulit kita, karena hal ini bisa menjadi acuan kita untuk memilih yang cocok dan tepat jenis perawatan yang akan kita gunakan nantinya. Ada dua jenis kulit yang berkaitan dengan permasalahn kulit yaitu :

1. Kulit Tidak Bermasalah.
Kulit dikatakan tidak bermasalah jika kondisinya sehat, tekturnya kenyal, permukaannya halus, dan kerutan serta pigmentasinya minimal bahkan tidak ada.
Untuk kulit dengan kondisi ini, maka produk yang diperlukan adalah Perawatan Dasar, mulai dari penggunaan sabun wajah, cleanser, toner, tabir surya, krim pagi hingga krim malam. Semua itu penggunaannya dioleskan atau topikal.
Tujuaan penggunan perawatan dasar itu adalah untuk menjaga kesehatan kulit yang telah bagus sehingga kita sebut sebagai tahap maintenance. Karena digunakan sebagai maintenance maka produk perawatan dasar harus digunakan setiap hari dan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu bisa digunakan oleh semua orang, tapi tentunya setiap orang harus memilih kondisi kulitnya apakah berjenis kulit normal, kering, berminyak.
Penggunaan produk perawatan dasar secara optimal akan meminimalkan permasalahn jerawat, scar, ataupun penuaan dini yang berupa keriput dan vlek. Khusus untuk jerawat, terkadang masih muncul juga meskipun kondisi kulit telah sehat, contohnya saat menjelang dan setelah menstruasi. Namun itu masih dikategorikan wajar.

2. Kulit Bermasalah.
Kulit wajah dikatan bermasalah jika terdapat tanda-tanda penuaan seperti kerutan yang cukup dalam, pigmentasi, scar, ataupun jerawat. Untuk mengatasi hal ini diperlukan produk perawatan tambahan dengan kebutuhan khusus. Krim malam biasanya ditambahankan ingredient tertentu untuk mengatasi masalah antiaging, antiacne, antiscar, dan antipigmentasi.
Namun sebelum memilih produk ini, sebaiknya harus berkonsultasi dengan tenaga ahli seperti dokter kulit atau dokter dengan keahlian estetika. Sehingga diharapkan tidak menimbulkan permasalahan baru lagi.
Karena dipergunakan sebagai Perawatan dengan Kebutuhan Khusus, maka sifat produk tersebut adalah berjangka pendek dan hanya jenis kulit tertentu sesuai dengan kulit pasien. Sehingga jika permasalah sudah teratasi maka sebaiknya harus dihentikan pengunaannya.


Demikian ulasan untuk memilih produk yang tepat......Semoga Bermanfaat.


 Regards,
 KSC Beauty Clinique
 

Senin, 31 Desember 2012

Beberapa Notifikasi BPOM untuk KSC Yang Sudah Realease




Alhamdulillahirobbalallamin. 
Setelah melalui proses yang panjang dari mulai survey produk, pembuatan badan usaha, sampai proses perijinan klinik....sekarang ditambah lagi dengan sudah realease-nya Notifikasi beberapa produk KSC. 


Namun KSC tidak berhenti sampai disini, karena beberapa produk lain pun sedang dalam proses Notifikasi. Hal ini semata-mata untuk memberikan "rasa aman" bagi siapa saja yang telah menggunakan produk-produk KSC dan yang terpenting, tujuan dari KSC adalah membantu dengan senang hati kepada siapa saja yang mempunyai masalah dengan kulit, ada rasa senang dan ber-syukur dari kita bila melihat dan mendengar permasalahan pasien telah teratasi dengan baik.
Kami selalu berusaha meningkatan kualitas dan keamanan produk serta pelayanan berkesinambungan dengan pola kekeluargaan. 
Tidak lupa Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Aesthetic Representative Kami yang telah tidak mengenal lelah selalu meng-edukasi kepada pasien tentang perawatan kulit yang baik dan benar. 
Terakhir Kami ucapkan terima kasih yang banyak kepada semua yang telah mempercayakan dan mendukung Produk-Produk KSC, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan keberkahan dari Alloh SWT...Amiin YRA.

Best Regards,
 

Senin, 08 Oktober 2012

Efek Samping Kosmetika


Seperti diketahui bahwa perkembangan Kosmetika sangatlah cepat dan beragam, sehingga turunan dari ilmu Kulit Dan Kelamin sendiri cepat berkembang, salah satunya adalah Kosmetika Medik. Dimana yang dahulu Kosmetika hanya sebatas Dekoratif sekarang sudah berkembang kearah pengobatan juga. Namun hal ini menjadi terbuka adanya efek samping dari penggunaan kosmetika yang kurang benar. Di bawah ini akan diulas oleh Dr. Hari Sukamto, tentang Efek Samping Kosmetika















dari ulasan diatas, maka salah satu hal terpenting adalah tentang bagaimana cara meng-edukasi pasien dalam menggunakan dan memilih kosmetika dengan bijak dan benar. Sedangkan untuk produsen dituntut untuk memperhatikan ingredient yang tepat dan cocok bagi pasien dengan demografi dan geografi seperti di Indonesia ini.

Semoga bermanfaat........

Regards,
KSC Beauty Clinique

Jumat, 05 Oktober 2012

IBU HAMIL : Cara Aman dan Cara Pilih Kosmetika





8 CARA AMAN PEMAKAIAN KOSMETIK UNTUK IBU HAMIL

Kehamilan bukan halangan bagi ibu untuk tetap tampil cantik dengan kosmetik. Hanya saja pastikan pilihan kosmetiknya aman. Berikut ragam produk kosmetik dan sejauhmana keamanannya untuk digunakan ibu hamil (bumil).

1. Lipstik.

Lipstik berfungsi membantu mencerahkan penampilan agar tidak pucat. Umumnya, pada lipstik terkandung zat pengawet dan pewarna dalam jumlah terbatas sehingga terbilang aman bila tanpa sengaja bumil menjilat dan menelan sedikit lantaran hendak membasahi bibir. Agar lebih aman, pilih lipstik yang terbuat dari bahan alami. Untuk mengurangi bibir pecah-pecah, bumil juga bisa menggunakan pelembab bibir secara rutin.

2. Parfum
.
Selama tidak menimbulkan alergi pada kulit dan Anda merasa aromanya menyegarkan, boleh-boleh saja parfim disemprotkan. Namun jika bumil tiba-tiba sensitif dengan wangi parfum yang biasa digunakan sebelumnya (bumil merasa mual bahkan pusing), maka hindari pemakaian secara berlebihan. Jangan juga menyemprotkan ke bagian leher yang notabene dekat dengan indra penciuman. Bila perlu ganti parfum dengan aroma lainnya.

3. Krim pemutih wajah.

Mungkin sebelum hamil, ibu rutin menggunakan krim pemutih. Namun saat berbadan dua penggunaan krim pemutih sebaiknya dihentikan sementara waktu, meski ibu mengalami flek hitam di sekitar wajah. Ada beberapa produk pemutih berbahan merkuri yang dapat membahayakan janin. Bila masih ragu, konsultasikan dengan dokter.

4. Cat rambut.

Salah satu cara mengubah penampilan agar tampak "cling" adalah mengecat rambut. Ada beberapa produk pewarna rambut berbahan dasar alami yang umumnya bisa digunakan oleh bumil. Namun sekali lagi konsultasikan hal ini pada dokter terlebih dahulu dan lakukan pengecatan setelah trimester kedua. Perhatikan juga aturan pakainya secara merata.

5. Obat jerawat.

Faktor hormonal kerap memicu jerawat pada bumil. Namun penggunaan obat jerawat yang banyak dijual di pasaran sebaiknya dihindari, setidaknya hingga usia kandungan empat bulan. Jika keberadaan jerawat itu sudah sangat menganggu, ibu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapat obat jerawat yang aman bagi ibu hamil. Untuk mengurangi produksi minyak dan sumbatan sebum penyebab jerawat, bumil juga dapat menggunakan pembersih atau sabun khusus wajah secara teratur pagi dan malam.

6. Produk penghilang bulu.

Faktor hormonal saat berbadan dua terkadang menyebabkan bulu atau rambut tipis tumbuh di kaki atau tangan bumil, bahkan di area bibir atas seperti kumis. Ada beberapa produk penghilang bulu yang beredar di pasaran, namun umumnya mengandung bahan kimia, yang lebih baik tidak digunakan selagi hamil. Cara konvensional, seperti mencukur bulu, lebih disarankan karena jauh lebih aman.

7. Pemutih gigi.

Bagaimana dengan produk pemutih gigi? Bahan-bahan kimia pada produk pemutih gigi (dalam bentuk strip maupun cair) diduga dapat menembus masuk ke dalam gusi dan saluran darah sehingga akhirnya sampai pada janin. Karena itu, untuk sementara hindari penggunaan pemutih gigi, kalau memang perlu, pasta gigi yang mengandung pemutih akan lebih aman.

8. Treatment rambut.

Salah satu cara mengubah penampilan adalah mengeriting atau meluruskan rambut. Ketika hamil treatment ini harap ditunda dulu mengingat bahan dasar yang digunakan untuk kedua proses ini cukup keras. Kalaupun ingin tampil dengan gaya rambut berbeda, mintalah penata rambut di salon untuk mem-blow lurus atau ikal rambut Anda. Dijamin penampilan Anda tambah
chic.



KIAT YANG  AMAN  MEMILIH  KOSMETIKA  UNTUK  IBU  HAMIL


Satu catatan untuk ibu hamil (bumil) yang ingin tetap tampil cantik, pilihlah kosmetik yang aman. Produk kosmetik, bagaimanapun tak luput dari kandungan kimiawi. Memang, sejauh ini efek kosmetik dan perawatan kecantikan terhadap janin belum diteliti secara pasti.

Meski begitu, dokter biasanya menyarankan pada bumil untuk tidak sembarangan menggunakan produk berbahan kimia, paling tidak pada trimester pertama. Mengapa? dr Tina Wardhani Wisesa, SpKK (K) dari Klinik Sakti Medika Tebet, Jakarta menjelaskan masa awal kehamilan adalah periode kritis tumbuh kembang janin, di mana terjadi pembelahan sel yang sangat cepat. Alhasil, kalau ada zat asing berupa bahan kimia berbahaya masuk, terserap melalui pori-pori kulit dan mencapai aliran darah, bisa saja "mencemari" atau mengganggu pertumbuhan janin.

Nah, berikut ini poin-poin penting dalam memilih kosmetik yang aman buat bumil:

  • Konsultasi dengan dokter kandungan dan dokter spesialis kulit terkait produk kosmetik yang selama ini Anda gunakan. Tanyakan kembali apakah produk kosmetik tersebut masih aman dipakai saat hamil atau sebaliknya. Bila tidak, sebaiknya segera ganti kosmetik sesuai rekomendasi ahli.
  • Pilih produk kosmetik berbahan dasar air atau alami atau berlabel green (produk hijau) yang umumnya aman untuk bumil.
  • Pilih produk yang terdaftar di Kementrian Kesehatan atau Badan POM. Perhatikan nomor kode produksi dan tanggal kadaluwarsanya. Jadi, pastikan merek, kandungan, dan izin produksinya.
  •  Perhatikan cara pemakaian produk tersebut yang terdapat pada kemasan.
  •  Hindari membeli produk kosmetik lantaran sedang tren atau ikut-ikutan orang lain.
  • Pakai kosmetik secukupnya. Kosmetik yang selama ini biasa ibu pakai, belum tentu cocok dipakai saat hamil. Bisa saja muncul reaksi alergi. Jika ada reaksi tertentu, seperti terasa panas, gatal, muncul perubahan warna kulit, segera hentikan penggunaannya dan konsultasikan ke dokter.
Sumber : Kompas dan Majalah Nikita oleh Hilman Hilmansyah




Semoga bermanfaat........

Best Regards,
KSC Beauty Clinique

Part 3 : Fungsi Serum Vitamin C dan E Pada Perawatan Wajah


Pada Part-3 ini kita akan membahas tentang vitamin C dan E , baik manfaatnya maupun cara pemakaian dalam dunia kosmetika, dan kita mengkhususkan membahas tentang Serum Topikal.
Fungsi Vitamin E dan C yang Anda kenal adalah sebagai antioksidan untuk mempertahankan keindahan kulit? Selain bisa dikonsumsi dalam bentuk tablet/kapsul, pemakaian serum adalah salah satu caranya.

Dalam dunia kecantikan, serum merupakan bahan cair yang kandungannya sebagian besar terdiri dari asam amino, dan penggunaannya dioleskan langsung ke permukaan kulit. Bahan dasar serum biasanya air dan emulsi (air dalam minyak atau minyak dalam air) ditambah bahan-bahan tambahan lain, misalnya vitamin C atau E sehingga dapat meresap ke dalam kulit ketika dioleskan.

SERUM VITAMIN C

Kenali Cara Penggunaannya
Untuk merawat kecantikan, Anda bisa langsung mengoleskan serum vitamin C dalam bentuk gel, krim, serum, atau dicampur dalam tabir surya pada permukaan kulit. Kandungan serum vitamin C ini berbeda-beda, mulai 5% sampai 20%. Tergantung dari tujuan pemakaian. Untuk pencegahan penuaan dini, pilihlah serum berkadar vitamin C rendah. Tapi untuk pengobatan, biasanya dipakai kadar yang lebih tinggi.

Serum vitamin C disarankan untuk digunakan pada rentang usia 23 – 70 tahun, karena gejala dan dampak paparan sinar UV, polusi lingkungan dan pengaruh radikal bebas cukup tinggi pada usia tersebut.

Bagaimana dengan Manfaatnya untuk kecantikan ?
  • Melembabkan Kulit.    Kolagen yang berfungsi sebagai water holder (menyimpan air) mampu menjaga kelembapan kulit. Kemampuannya merangsang pembentukan kolagen di bawah kulit, menjadikan serum vitamin C amat dianjurkan dipakai orang yang mempunyai vlek sangat tebal di kulit. 
  • Menyempurnakan Hasil Pasca Laser ,  Perawatan dengan serum vitamin C sebelum tindakan laser, akan mempercepat dan menyempurnakan hasil pasca-laser.
  • Menyamarkan Kerutan
  • Menunda Terbentuknya Garis – garis Halus pada Wajah.
  • Mencegah Penuaan Dini.
  • Membuat Kulit Kenyal dan Melenturkan kulit.
  • Menghaluskan dan Mencerahkan Kulit.
  • Mencegah Pengaruh Buruk Sinar UV pada Kulit

Namun anda juga harus mengetahui Kelemahannya sebagai berikut :
  • Biasanya serum vitamin C akan menimbulkan sedikit rasa perih pada kulit yang diaplikasikan untuk orang yang belum terbiasa. 
  • Sifatnya sangat mudah berubah pada suhu kamar, khususnya vitamin C murni. Vitamin C yang lebih tahan lama biasanya telah dicampur dengan zinc, bahan-bahan lain, atau memang bentuk vitamin C-nya memang sudah stabil (misalnya L-ascorbic acid). Karena itulah, serum vitamin C biasanya dikemas dalam botol kecil berwarna kecokelatan, agar tidak mudah teroksidasi. Anda juga harus berhati-hati jika membeli produk kosmetika yang diiming-imingi mengandung vitamin C. Sifatnya yang cepat berubah membuat kosmetika yang sudah dibuka kemasannya, dalam dua atau tiga kali pemakaian sering sudah tidak bermanfaat lagi.
Cara pemakaian
  1. Bersihkan wajah terlebih dahulu dengan cairan pembersih, agar proses penyerapan serum lebih efektif dan cepat. 
  2. Teteskan serum 3 – 4 tetes ke jari telunjuk ataupun telapak tangan, usap keseluruh atau sebagian permukaan kulit wajah hingga batas leher secara merata. Terutama pada area yang biasa terlihat garis – garis penuaan / keriput, seperti sekitar mata ( crow’s feet), ujung mata, serta dahi.
  3. Hindari terkena bulu mata atau alis

SERUM VITAMIN E

Vitamin E pada dasarnya dapat larut dalam lemak (fat soluble), dan banyak terdapat dalam minyak lembaga gandum, padi-padian, kuning telur, dan hati sapi.

Manfaatnya untuk Kecantikan
  • Cegah Proses Penuaan.   Vitamin E melindungi asam lemak melawan kerusakan oksidasi yang disebabkan oleh berbagai jenis polutan yang dibentuk selama proses metabolisme tubuh. Vitamin E juga mencegah lipofuscin, lemak yang teroksidasi pemicu proses penuaan kulit secara dini.
  • Penangkal Radikal Bebas. Vitamin E berkerja secara sinergi dengan nutrien antioksidan lain, termasuk selenium, vitamin C, betakarotin, untuk menghilangkan radikal bebas, peroksida dan zat berbahaya lainnya.
  • Melembapkan Kulit. Pemakaian serum vitamin E secara rutin akan mempertahankan kelembapan alami kulit. Juga melindungi kulit dari polusi yang lingkungan, seperti dari asap rokok atau sinar matahari.
  • Untuk perawatan rambut.  Serum vitamin E juga baik dipakai untuk perawatan rambut, dengan cara melapisi batang rambut sehingga batang rambut terlindungi. Bentuk serum ini memungkinkan kandungan vitamin E tidak hanya melindungi batang rambut, tapi juga bisa menembus kulit bagian dermis. Ini berbeda dengan sampo atau produk rambut bervitamin lain, yang tak bisa mencapai lapisan kulit bagian dalam, melainkan hanya melapisi kulit kepala dan batang rambut.
Cara Pemakaian
 
Sama seperti cara pemakaian pada Serum Vitamin C, Dianjurkan untuk memakai serum vitamin E yang dioleskan rata ke seluruh permukaan kulit wajah, tangan, dan leher setiap hari.


Dari bahasan diatas, maka tampak bahwa perawatan wajah yang melalui serum vitamin C dan E secara topikal sangat berguna sekali, namun dari semua itu akan bertambah dahsyat efek perawatannya jika kita menggunakan vitamin C dan E secara oral dan pola hidup yang sehat.


semoga bermafaat....

Best Regards,
KSC Beauty Clinique



Rabu, 18 Juli 2012

MELASMA KELAINAN PIGMEN KULIT

 
 PENDAHULUAN
             Warna kulit manusia di tentukan oleh berbagai pigmen. Yang berperan pada penentuan warna kulit adalah : karoten, melanin, oksihemoglobin dan hemoglobin bentuk reduksi, yang paling berperan adalah pigmen melanin. Kelainan pigmen kulit kulit adalah kelainan warna kulit akibat berkurang atau bertambahnya pembentukan pigmen melanin pada kulit. Kelainan pigmen kulit di sebut juga melanosis. Melanosis adalah kelainan pada proses pembentukan pigmen melanin kulit, dimana di bedakan atas dua macam yaitu Hipermelanosis (melanoderma) yang terjadi jika produksi pigmen melanin bertambah, dan Hipomelanosis (leukoderma), bila produksi pigmen melanin berkurang.
             Hipermelanosis dapat di sebabkan oleh sel melanosit bertambah ataupun hanya karena pigmen melanin saja yang bertambah. Sebaliknya leukoderma (hipomelanosis) dapat di sebabkan oleh pengurangan pigmen melanin maupun tidak adanya sel melanosit. seorang ahli kulit yang bernama Fitzpatric membagi hipermelanosis berdasarkan distribusi melanin dalam kulit, dimana di bedakan menjadi dua, yaitu :

  • Hipermelanosis Coklat, bila pigmen melanin terletak pada Epidermis, dan
  • Hipermelanosis Abu-abu, jika pigmen melanin terletak di dalam Dermis.
Hipermelanosis yang banyak dijumpai dan sangat menonjol di masyarakat adalah melasma karena kelainan ini cukup banyak terjadi pada kaum perempuan sehingga dapat  menyebabkan rasa kurang percaya diri, oleh karena wajahnya  terlihat kusam dan  timbul semacam flek hitam.
                                                   MELASMA

DEFENISI
            Melasma atau lebih dikenal dengan flek-flek pada wajah adalah gangguan pigmen yang sangat sering dijumpai, berupa perubahan warna menjadi kecoklatan atau berwarna coklat kehitaman di kulit pada bagian tubuh yang terpapar sinar matahari, yang biasanya terdapat di wajah ( di daerah pipi dan dahi, kadang-kadang bibir atas), dengan distribusi menyerupai masker.
Melasma sering timbul selama kehamilan, akibat kontrasepsi suntik, akibat pemakaian kosmetika dan sinar matahari. Melasma secara klinis seringkali ditemukan simetris bilateral.

SINONIM atau NAMA LAIN
              Dahulu melasma di sebut juga Kloasma.


EPIDEMOLOGI DAN INSIDEN
          Melasma dapat mengenai semua ras terutama penduduk yang tinggal di daerah tropis. Melasma terutama di jumpai pada wanita, meskipun pada pria dapat pula di temukan (10%). Di Indonesia perbandingan kasus wanita dan pria adalah 24:1. Terutama tampak pada wanita usia subur dengan riwayat langsung terkena pajanan sinar matahari. Insiden terbanyak tampak pada usia 30-40 tahun. Melasma paling sering mengenai wanita usia reproduktif dan jarang mengenai usia sebelum pubertas.
            Terutama mengenai wanita, dengan faktor penyebab eksaserbasi antara lain paparan sinar matahari, pengaruh hormonal seperti kehamilan dan penggunaan kontrasepsi oral, predisposisi etnis (Hispanik, Asia, Afrika, Amerika),herediter dan pemakai kosmetikn serta pemakai obat lainnya.

ETIOLOGI ATAU PENYEBAB
              Etiologi melasma saat ini belum di ketahui secara pasti. Faktor penyebab yang dianggap berperan pada patogenitas melasma adalah :
  • Sinar ultra violet
    • Hal ini tergantung pada kuatnya sinar matahari (terutama jam 09.00 – 15.00 ) dan lamanya terkena sinar matahari. Spektrum sinar matahari ini akan merusak gugus sulfhidril di epidermis yang merupakan penghambat enzim tirozinase dengan cara mengikat ion Cu dari enzim tersebut. Sinar ultra violet menyebabkan enzim tirosinase tidak di hambat lagi, sehingga akibatnya memacu proses melanogenesis yaitu pembentukan melanin yang berlebihan oleh sel melanosit, sehingga terbentuklah pigmen yang berlebihan. 
  • Hormon
    • Hormon yang berperan terjadinya melasma adalah estrogen, progesteron dan MHS (Melanin stimulasi hormone). Pada kehamilan, melasma biasanya meluas pada trismester ke 3. Pada pemakaian pil kontrasepsi, melasma tampak dalam1 bulan sampai 2tahun, setelah dimulai pemakaian pil tersebut.
  • obat- obatan
    • Obat- obatan yang dapat menyebabkan melasma, misalnya hidantoin(anti epilepsi), mesantoin, klorpormazin (anti muntah), sitostatik, dan minoksiklin. obat-obatan ini di timbun di lapisan dermis bagian atas dan secara kmulatif dapat merangsang melanogenesis.
  • Genetik
    • Dilaporkan adanya kasus keluarga sekitar 20-70%.
  • Ras
    • Melasma banyak di jumpai pada golongan rass hispanik dan golongan berwarna kulit gelap.
  • Kosmetik
    • Pemakaian kosmetik yang mengandung parfum, Zat pewarna atau bahan-bahan tertentu dapat menyebabkan fotosensitivitas yang dapat mengakibatkan terjadinya hiperpigmentasi pada wajah jika terpajan sinar matahari.
  • Idiopatik
KLASIFIKASI ATAU PEMBAGIAN
Terdapat beberapa jenis melasma, di tinjau dari gambaran klinis, pemeriksaan histopatologik dan pemeriksaan sinar wood.
  • Melasma di bedakan berdasarkan gambaran klinis
    • Bentuk Sentro-fasial, meliputi daerah dahi, hidung, pipi bagian medial, bawah hidung serta dagu (63%)
    • Bentuk Malar, meliputi hidung dan pipi bagian lateral (21%)
    • Bentuk Mandibular, meliputi daerah mandibula atau rahang bawah (16%)
  • Melasma dibedakan berdasarkan pemeriksaan dengan sinar Wood
    • Tipe Epidermal, melasma tampak lebih jelas dengan sinar Wood dibandingkan dengan sinar biasa.
    • Tipe Dermal, dengan sinar Wood tidak tampak warna kontras dibandingkan dengan sinar biasa.
    • Tipe Campuran, tampak beberapa lokasi lebih jelas, sedangkan lainya tidak jelas pada sinar wood.
    • Tipe Sukar dinilai karena warna kulit yang gelap, dengan sinar wood lesi menjadi tidak jelas, sedangkan dengan sinar biasa jelas terlihat. Perbedaan tipe-tipe ini, sangat berarti pada pemberian terapi, tipe dermal lebih sulit di obati, dibanding tipe epidermal.
  • Melasma di bedakan berdasarkan pemeriksaan Histopatologik 
    • Melasma tipe Epidermal, Umumnya berwarna coklat, melanin terutama terdapat pada lapisan basal dan suprabasal, kadang- kadang di seluruh stratum korneum dan sratu spinosum.
    • Melasma tipe Dermal, berwarna coklat kebiruan, terdapat makrofag bermelanin di sekitar pembuluh darah di dermis bagian atas dan bawah, pada dermis bagian atas terdapat fokus-fokus infiltrat.


PATOGENESIS ATAU PROSES TERJADINYA MELASMA
           Masih banyak yang belum di ketahui menyangkut patogenesis penyakit ini, banyak faktor yang menyangkut proses ini, antara lain :
  • Peningkatan produksi  Melanosom karena hormon maupun karena sinar Ultra violet. Kenaikan melanosom ini, juga dapat di sebabkan karena bahan farmakologik seperti perak dan psoralen.
  • Penghambat dalam Malphigian cell turn-over, keadaan ini dapat terjadi karena obat sitostastik.

GEJALA KLINIS MELASMA
  • Lesi melasma berupa makula (kelainan kulit berbatas tegas,hanya berupa perubahan warna semata) berwarna coklat muda atau coklat tua berbatas tegas dengan tepi tidak teratur, sering pada pipi dan hidung yang di sebut pola malar. 
  • Pola mandibular terdapat pada dagu, sedangkan 
  • Pola sentrofasial di pelipis, dahi, alis dan bibir atas. 
  • Warna keabu-abuan atau kebiru-biruan terutama pada tipe dermal.
GAMBARAN KLINIS DAPAT DILIHAT PADA FOTO DI BAWAH INI




PEMERIKSAAN PENUNJANG UNTUK MENEGAKAN DIAGNOSA
  • Pemeriksaan histopatologik
    • Tipe Epidermal
      • Melanin terutama terdapat di lapisan basal dan supra basal, kadang-kadang di seluruh stratum spinosum sampai stratum korneum lapisan kulit; sel-sel padat mengandung melanin adalah melanosit, sel-sel lapisan basal, dan supra basal, juga terdapat pada keratosit dan sel-sel stratum korneum
    • Tipe Dermal
      • Terdapat makrofag bermelanin di sekitar pembuluh darah di dalam Dermis bagian atas dan bawah; pada Dermis bagian atas terdapat fokus-fokus infiltrat.
  • Pemeriksaan Mikroskop Elektron
    • Gambaran ultrastuktur melanosit dalam lapisan basal, memberi kesan aktifitas melanosit meninggi.
  • Pemeriksaan Dengan Sinar Wood
    • Tipe Epidermal
      • Warna lesi tampak lebih kontras
    • Tipe dermal
      • Warna lesi tidak bertambah kontras
    • Tipe Campuran
      • Lesi ada yang bertambah kontras ada yang tidak
    • Tipe tidak Jelas
      • Dengan sinar Wood, lesi menjadi tidak jelas, sedangkan dengan sinar biasa, jelas terihat.
DIAGNOSIS MELASMA
  • Diagnosis melasma di tegakan hanya dengan pemeriksaan klinis. Untuk menentuka tipe melasma dilakuak pemeriksaan sinar wood, sedangkan pemeriksaan histopatologik hanya di lakukan pada kasus- kasus tertentu.
PENATALAKSANAAN MELASMA
Pengobatan melasma memerlukan waktu yang cukup lama, kontrol yang teratur serta kerjasama yang baik antara penderita dengan dokter yang menanganinya.
Kebanyakan penderita berobat karena alasan kosmetik, pengobatan dan perawatan kulit harus di lakukan secara teratur dan sempurna, karena melasma bersifat kronis residif (kambuhan).
Pengobatan yang baik dan sempurna, adalah dengan mencari tahu penyebabnya dan mengatasinya.
  • Pencegahan melasma
    • Pencegahan terhadap timbulnya atau bertambah beratnya serta kambuhnya melasma adalah perlindungan terhadap sinar matahari.
      • penderita di haruskan menghindari sinar matahari, terutama pada pukul 09.00-15.00
      • Sebaiknya jika keluar rumah,menggunakan payung atau topi yang lebar
      • Melindungi kulit dengan memakai tabir surya yang tepat, tanpa pemakaian tabir surya yang tepat maka pengobatan sukar berhasil.
        • pemakaian tabir surya sebaiknya 30 menit sebelum terkena sinar matahari
        • perhatkan bahwa ada dua jenis tabir surya, yaitu yang bersifat fisik yang memantulkan sinar UV dan yang bersifat kimia yang menyerap sinar UV.
    • Menghilangkan faktor yang merupakan penyebab melasma, misalnya menghentikan pemakaian pil kontrasepsi, menghentikan pemakaian kosmetik yang berwarna atau mengandung parfum, mencegah obat misalnya hidantoin,sitostika,anti malaria dan minokiklin.
  • Pengobatan melasma
    • Pengobatan Topical
      • Hidrokinon
        • Hidrokinon di pakai dengan konsentrasi 2-5%. Krim tersebut di pakai pada malam hari, disertai pemakaian tabir surya pada siang hari.
        • Umumnya tampak perbaikan dalam 6-8minggu dan di lanjutkan sampai 6 bulan.
        • Efek samping adalah Dermatitis kontak alergi atau Iritan
        • Setelah penghentian Hidrokuin, sering terjadi kekambuhan.
      • Asam retinoat
        • Asam retinoat 0,1% terutama digunakan sebagai terapi tambahan atau terapi kombinasi.
        • Krim ini di pakai pada malam hari, karena pada siang hari dapat terjadi foto-degradasi
        • Efek samping berupa Eritema, deskuamasi dan foto sensitasi
      • Asam aseleat
        • Asam aseleat merupkan obat yang aman untuk di pakai
        • Pengobatan asam aseleat 20% selama 6bulan memberiakn efek yang baik
        • Efek samping, rasa panas dan gatal
    • Pengobatan Sistemik
      • Asam askorbat/Vitamin C
        • Vitamin C mempunyai efek merubah melanin bentuk oksida menjadi melnin bentuk reduksi yang berwarna lebih cerah dan mencegah pembentukan melanin dengan merubah DOPA kinon, menjadi DOPA
      • Glutation
        • Glutation bentuk bentuk reduksi adalah adalah senyawa sufhidril yang berpotensi menghambat pembentukan melanin dengan cara bergabung dengan cuprum dari tirosinase.
  • Tindakan Khusus
    • Pengelupasan Kimiawi
      • Pengelupasan kimiawi dapat membantu pengobatan kelainan hiperpigmentasi.
      • Pengelupasan Kimiawi di lakukan dengan mengoleskan asam glikolat 50-70% selama 4-6 menit, dilakukan setiap 3 minggu selama 6 kali.
      • Sebelum di lakuakn pengelupasan kimiawi, dibrikan krim sam glikolat 10% selama 14 hari.
    • Bedah Laser
      • Bedah laser dengan mengguanakan laser Q-swiched Ruby dan laser Argon, kekambuhan dapat juga terjadi


Semoga bermanfaat...

Regards,
KSC Beauty ---

 







 Sumber : http://sikkahoder.blogspot.com