Minggu, 17 Maret 2013

Kulit Berminyak dan Penyebabnya







Apakah jenis kulit anda berminyak...?, secara sederhana bisa anda lihat di area T-zone...apakah memang lebih berminyak dari area lain..?. jika Ya, itu artinya wajah anda jenis berminyak. Ternyata memang kulit berminyak ini mempunyai masalah lebih dibandingkan dengan kulit jenis normal atau kering.

Dibawah ini akan diulas secara sains....yang mungkin agak sedikit membingungkan..., namun setidaknya kita mengerti sedikit tentang kulit berminyak serta mekanisme terjadinya minyak dan cara mengatasinya,  baik kita segera bahas.

KULIT BERMINYAK

  • Tingginya kadar lemak pada permukaan kulit
  • Sangat sering di kaitkan dengan tumbuhnya jerawat, sehingga   sering     dikaitkan     dengan     kulit     yang cenderung berminyak.
  • Adanya      gangguan      keratinisasi      kulit.      Terjadi  hiperkeratinisasi  pada daerah folikel rambut tempat keluarnya sebum.

GAMBARAN KLINIS

  • Adanya  seboroik  terdapat  pada  daerah  yang  kaya akan kelenjar sebum di daerah dahi, hidung, dagu (daerah T ), punggung, dada dan bahu.
  • Kulit berminyak dengan pori-pori besar.
  • Seborrhoea oleosa.
  • Acne    umumnya    terbatas    pada    daerah    dengan produksi  sebum,  dimana  terdapat  kelenjar  sebum yang  besar  yang  berhubungan  dengan  rambut lanugo.
  • Acne : Terlihat dengan peradangan  kulit pada folikel rambut.
  • Sistem kelenjar sebum yang tertahan, dimana folikel ostium tertutup, wjite head.
  • Papula putih berdampingan dengan papula hitam.
  • Selanjutnya dapat terjadi perubahan kulit meradang, tuber, nodus bahkan pustule.
  • Ditangani oleh dermokosmetika adalah akne dengan komedo kurang dari 20, tidak ada atau lebih kecil dari  30 papula.
JENIS-JENIS ACNE
  • Acne Papulopustulosa, pada anak muda.
  • Acne Comedonica.
  • Acne Cosmetica.
  • Acne      Conglobata,      fulminans      tidak      masuk dermatokosmetika (jerawat batu = pustule).
  • Acne Medicament ( mis pada pemakaian Phenytoin, INH, Aknesteroid (glukokostikosteroid))

Derajat acne comedonica menurut Plewig

Derajat
I                                  <10 per setengah muka
II                                   10 – 20
III                                  25 – 50
IV                                 >50 per setengah muka.


 

FAKTOR-FAKTOR YANG MNINGKATKAN PRODUKSI SEBUM

1.   Pengaruh hormone endokrin.

2.   Pengaruh non-hormon

Pengaruh Hormon Endokrin

  • Androgen ( 5-alfa dehidrotestosteron), yang memiliki reseptor pada kelenjar sebum.
  • Peningkatan  metabolism  testosterone  denjadi  DHT oleh 5-alfa dehidrotestosteron reduktase/ 5-alfa reduktase.
  • Dehidro epiandrosferonsulfat (juga pada wanita).
  • Hormon    Hipofisis    (    Growth    Hormone,    ACTH, Gonadotropin).






Pengaruh Non Endokrin

  • Sinar UV (memperbesar kelenjar minyak)
  • Peningkatan    suhu    tubuh    (    kenaikan    suhu    1°C meningkatkan 10% produksi kelenjar minyak)
  • Irama  Sirkadian =  irama  tubuh harian  (  meningkat pada jam pertama tidur)
  • Faktor  genetika  (  5-alfa  reduktase  aktif,  aktivitas kelenjar minyak yang meningkat)
  • Stress  (  substanz  P,  meningkatkan  proliferasi  dan diferensiasi kelenjar sebum)
  • Produksi sebum menurun karena :
  • Puasa ( tdk ada hub dengan komposisi makanan)
  • Umur, menopause
  • Obat-obatan   :   antiandrogen   (siproteron   asetat), retinoida (anti proliferasi), gestagen (klormedinon asetat = diane 35, shering ), spironolacton, penurun lipid.

GANGGUAN KERATINISASI KULIT

  • Peningkatan keratinisasi pada jalan keluar sebum di folikel rambut  ini yang bisa menyebabkan Komedo
 PORI


  • Pembentukan   komedo   yang   lama   menyebabkan kerusakan jaringan ikat perfolikuler menyebabkan kerusakan serabut elastin dan folikel melebar ( biasanya diatasi dgn chemical peeling)
  • Bakteri
  • Senyawa komedogen
  • Psikis dan factor nutrisi
  • Penyakit  :  agromegali, morbus  Parkinson, tireotoksikosis.

PENANGANAN
 
  • Antiseptik, adstrigen, komedolitik
  • Aluminium hidroksida (chemical peeling)
  • Asam susu dan asam salisilat (keratolitik)
  • Kaolin dan talcum (penyerap minyak)
  • Asam vitamin A dan tetrasiklin ( u pustule)
hmmm.....agak pening ya,  baik akan kita bahas tentang kosmetika yang cocok bagi orang yang berjenis kulit wajah berminyak.


Kosmetika Yang Cocok Untuk Jenis Kulit Wajah Berminyak.

Untuk merawat kulit berminyak, pilihlah produk yang sesuai jenis kulit. Pilih produk make-up dan perawatan wajah yang tidak hanya berlabel 'oil-free' tapi juga 'non-comedogenic'. Dikutip dari styletips 101, berikut ini tips lainnya dalam memilih kosmetik untuk kulit berminyak.
 

1. Pembersih Wajah
Saat ini banyak produk yang mengklaim bisa mengurangi kelebihan minyak, tapi efeknya, kulit justru kehilangan kelembaban alami. Permukaan yang kering justru memicu produksi minyak lebih banyak sehingga kulit akan semakin berminyak beberapa saat setelah membersihkan wajah.

Pilih yang berformula lembut dan tidak membuat kulit kering. Jika wajah mudah berjerawat, gunakan pembersih yang mengandung salicylic acid. Jangan lupa selalu oleskan pelembab setelahnya.

2. Moisturizer
Pilih pelembab atau moisturizer bertekstur ringan yang 'oil-free' dan 'non comedogenic'. Pelembab berbentuk lotion biasanya lebih cocok untuk kulit berminyak dibandingkan krim. Pelembab berbahan dasar air seperti gel juga sesuai untuk merawat kulit berminyak.

Untuk sunblock, jangan pilih SPF terlalu tinggi. Semakin tinggi kandungan SPF, akan semakin banyak pula minyak yang terkandung. Cukup gunakan krim tabir surya dengan SPF paling tinggi maksimal 30.

3. Make-up
Mineral make-up cocok untuk kulit berminyak. Selain kecil kemungkinannya iritasi, mineral make-up juga tidak menimbulkan komedo. Pilih foundation bentuk cair dan bedak tabur untuk rias wajah. Hindari bedak two-way cake karena bisa menyumbat pori dan membuat kulit lebih berminyak. Blush on bentuk bubuk juga cocok untuk kulit berminyak dibandingkan jenis krim.

 
Semoga Bermanfaat....

Regards,
KSC Beauty Clinique