Tampilkan postingan dengan label Konsultasi Dokter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsultasi Dokter. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Januari 2019
MILIA DAN METODE PENANGANANNYA
MILIA DAN METODE PENANGANANNYA
Setelah beberapa
lama tidak beraktifitas diblog ini karena disibukkan dengan pembangunan klinik
dan pabrik kosmetik, mumpung ada waktu luang sedikit saya sempatkan untuk
menulis artikel tentang Milia. Sebagaimana kita ketahui beberapa bulan yang
lalu dimana musim kemarau cukup lumayan panjang dengan terik matahari yang
cukup panas sekali, dari sini mulai banyak keluhan para pasien yang berhubungan
dengan milia.
Milia
adalah benjolan kecil yang dapat muncul pada kulit di segala usia, meskipun
paling sering ditemukan pada bayi. Milia tidak berbahaya dan hanya mengganggu
penampilan. Dalam sebagian besar kasus, milia akan hilang dengan sendirinya.
Namun, jika sampai mengganggu, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk
memacu dan mempercepat proses hilangnya milia. Cobalah beberapa perawatan
rumahan atau berkonsultasilah dengan praktisi perawatan kulit profesional untuk
mengawali perjalanan Anda menuju kulit yang lebih cerah dan sehat.
METODE
PERTAMA
6
CARA PENANGANAN SENDIRI DI RUMAH
❤ 1
Bersihkan
wajah setiap hari. Awali proses menghilangkan milia dengan membiasakan diri
merawat kulit dengan baik. Pastikan untuk membasuh wajah dengan air hangat 2
kali sehari. Sebaiknya, gunakan produk pembersih ringan dan lembut. Usahakan
untuk memilih produk yang mencantumkan keterangan "lembut" atau
"kulit sensitif" secara khusus.
Usapkan
pembersih dengan lembut ke permukaan kulit selama 20-30 detik. Bilas hingga
bersih kemudian keringkan dengan menepukkan handuk kering dan bersih.
❤ 2
Gunakan
produk pengeksfoliasi untuk membantu membersihkan kulit. Milia pada remaja dan
orang dewasa sebaiknya diatasi dengan produk pengeksfoliasi. Anda boleh
menggunakan pelembap yang mengeksfoliasi atau produk eksfoliasi khusus.
•Pelembap
yang mengeksfoliasi adalah pilihan tepat jika area milia luas di wajah dan
disertai kulit kering. Pelembap akan mengurangi timbunan sel kulit mati di
bawah permukaan kulit. Sementara itu, bahan pengeksfoliasinya akan membantu
kulit melepaskan sel kulit mati yang terakumulasi. Carilah pelembap yang
mengandung vitamin A. Selain itu, pastikan pelembap itu tidak mengandung minyak
berat.
•Perawatan
pengeksfoliasi khusus paling bagus digunakan apabila milia yang ingin Anda
hilangkan hanya sedikit, juga tidak ada masalah kulit lain yang menyertainya.
Pilihlah perawatan khusus yang mengandung asam salisilat. Perawatan ini harus
dioleskan secara langsung ke permukaan milia sekali sehari hingga akhirnya
hilang. Bacalah label produk sehingga Anda dapat mengikuti petunjuk
pemakaiannya secara khusus.
❤ 3
Sertakan
produk yang mengandung Retinol ke dalam perawatan kulit sehari-hari. Retinol
umumnya digunakan untuk mengatasi jerawat dan melawan tanda-tanda penuaan.
Khasiat eksfoliasinya akan membuat kulit Anda tetap halus dan bersih. Untuk
hasil terbaik, gunakan lotion Retinol khusus dan oleskan langsung ke area
milia.
•Oleskan
setetes kecil Retinol ke area milia pada wajah Anda dua hari sekali di malam
hari. Setelah membersihkan wajah, tunggulah sekitar 30 menit sebelum Anda
mengoleskan Retinol.
•Jangan
oleskan Retinol di kelopak mata bagian atas karena dapat menyebabkan iritasi
dan merusak apabila terkena mata.
❤ 4
Cobalah
peeling kimiawi. Peeling adalah salah satu cara yang paling efektif untuk
menghilangkan milia. Jika Anda tidak memiliki cukup biaya untuk mengunjungi klinik
kecantikan, jangan cemas. Ada banyak peeling kimiawi rumahan yang cukup bagus
dan mudah digunakan.
•Carilah
bahan seperti asam laktat dan asam glikolat.
•Ikuti
petunjuk pemakaian dalam kemasannya. Petunjuk ini berbeda-beda bergantung
peeling yang Anda pilih.
❤ 5
Gunakan
uap untuk membuka pori-pori. Membuka dan membersihkan pori adalah cara yang
ampuh untuk mendapatkan kulit yang lebih bersih. Untuk menguapi pori-pori, isi
mangkuk besar dengan air nyaris mendidih. Menunduklah perlahan-lahan ke atas
mangkuk dan dekatkan wajah Anda dengan air panas. Letakkan handuk menutupi
kepala agar uap tidak keluar, dan pertahankan posisi ini selama 5-10 menit.
•Cara
lainnya, nyalakan keran air panas dalam kamar mandi tertutup tanpa menghidupkan
kipas angin. Kamar mandi seharusnya akan dipenuhi uap. Kemudian, duduklah di
sana selama 5-10 menit.
❤ 6
Buat
masker telur. Telur mengandung retinol sehingga dapat membantu membersihkan
kulit. Untuk membuat masker telur dengan mudah, campurkan 1 butir putih telur,
½ sendok teh minyak almon, 1 sendok makan yoghurt tawar, 1 sendok makan madu
mentah. Aduk hingga membentuk pasta dan oleskan ke area milia.
•Biarkan
masker selama 30 menit kemudian bilas dengan air hangat dan tepuk-tepuk hingga
kering.
•Gunakan
masker ini seminggu 3 kali untuk mendapatkan hasil terbaik.
METODE
KEDUA
MENCARI
BANTUAN PROFESIONAL
❤ 1
Bicarakan
masalah Anda dengan dokter spesialis kulit, dokter kecantikan, atau pakar
kecantikan yang lain. Jika perawatan rumahan tidak berhasil menghilangkan
milia, buatlah janji konsultasi dengan dokter di klinik kecantikan. Cobalah
siapkan catatan sebelum janji konsultasi sehingga Anda bisa memberikan informasi
yang lebih spesifik. Ingat-ingat seberapa lama dan seberapa sering milia muncul
di wajah Anda.
•Mintalah
rekomendasi dokter spesialis kulit terpercaya dari teman atau keluarga. Anda
juga bisa membaca ulasan daring untuk mencari dokter spesialis kulit, dokter
kecantikan, atau klinik kecantikan dengan reputasi yang bagus.
❤ 2
Pertimbangkan
perawatan peeling kimiawi profesional. Dokter bisa memberikan peeling kimiawi
yang lebih kuat daripada peeling rumahan. Sampaikan harapan Anda kepada dokter
sehingga ia dapat menentukan apakah Anda memerlukan peeling ringan atau
agresif. Tindakan ini tidak akan terasa sakit.
•Setelah
peeling, kulit Anda mungkin akan memerah dan terasa teriritasi selama beberapa
hari.
•Patuhi
petunjuk perawatan kulit yang dianjurkan oleh dokter spesialis kulit setelah
peeling, umumnya akan diberi cream atau lotion anti merah atau anti irritasi.
❤ 3
Jalani
tindakan ekstraksi atau ablasi laser profesional. Selama tindakan ekstraksi,
praktisi profesional akan menggunakan alat khusus atau tangan untuk membuka
sumbatan kulit. Tindakan ini biasanya tidak terasa sakit. Hanya saja, pada
milia membandel, Anda mungkin akan merasakan sedikit tekanan. Anda bisa membuat
jadwal perawatan facial dengan ekstraksi dengan dokter atau pakar kecantikan.
•Tujuan
ablasi laser sama dengan ekstraksi, tetapi menggunakan sinar laser. Laser akan
diatur dalam intensitas rendah dan digunakan untuk memanaskan sumbatan kulit
hingga menguap atau menyublim.
•Ikuti
seluruh petunjuk yang diberikan pascaekstraksi. Anda mungkin harus berhenti
menggunakan produk yang mengandung Retinol selama 1-2 hari, atau tidak
menggunakan riasan sama sekali sepanjang hari.
METODE
KETIGA
MENGGUNAKAN
SUPLEMENT
❤ 1
Cobalah
suplemen niasin. Niasin, atau vitamin B3 adalah nutrisi penting yang dianggap
dapat membantu menjaga beragam sistem dalam tubuh. Di antara beragam
manfaatnya, banyak orang meyakini bahwa niasin dapat menjaga kesehatan kulit
serta mampu mengatasi milia.
•Berkonsultasilah
dengan dokter sebelum menggunakan suplemen apa pun.
•Perhatikan
bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa niasin dapat menghilangkan
milia lebih cepat
•Jika
Anda belum menggunakan suplemen niasin, awalilah dengan dosis rendah yaitu 100
mg setiap hari. Jangan gunakan suplemen ini melebihi 1500 mg per hari karena
niasin dosis tinggi berpotensi menyebabkan kerusakan lever.
•Hanya
gunakan suplemen niasin murni karena kemungkinannya mengandung bahan beracun
atau bahan aditif berbahaya lebih kecil.
❤ 2
Pertimbangkan
suplemen biotin. Koenzim dan vitamin B ini juga dikenal sebagai vitamin H. Asupan
biotin sebagian besar orang sudah tercukupi melalui makanan. Namun, jika
menduga Anda membutuhkannya lebih banyak lagi, Anda boleh menggunakan suplemen.
•Berkonsultasilah
terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencoba suplemen baru.
•Biotin
dianggap memiliki beragam manfaat. Biotin dapat membantu menjaga kesehatan
kulit. Hal ini berarti, biotin mungkin dapat membantu kulit melepaskan milia
lebih cepat.
•Perhatikan
bahwa belum ada penelitian ilimiah yang cukup mendukung klaim ini.
•Orang
dewasa sebaiknya hanya mengonsumsi 25-35 mikrogram biotin dalam sehari.
❤ 3
Tingkatkan
asupan KoQ10. Meningkatkan asupan KoQ10 dapat dilakukan secara alami tanpa
penggunaan suplemen. Vitamin ini dianggap dapat membantu menjaga banyak sistem
dan fungsi tubuh, serta membantu meningkatkan kesehatan kulit. [13]
•Perhatikan
bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hubungan langsung antara KoQ10 dan
milia. Namun, suplemen ini umumnya dianggap aman. Berkonsultasilah terlebih
dahulu dengan dokter sebelum menggunakan suplemen apa pun.
•KoQ10
merupakan suatu bahan pengemulsi sehingga akan menghilangkan minyak dari tubuh.
Dengan membantu tubuh lebih mudah mengeluarkan minyak, KoQ10 mungkin juga dapat
membantu mengeluarkan sel kulit mati dari dalam pori-pori yang tersumbat milia.
•Tubuh
menghasilkan KoQ10 selama berolahraga, dan vitamin ini juga dapat ditemukan
dalam makanan seperti daging dan ikan.
METODE
KEEMPAT
CARA
PENCEGAHAN TIMBULNYA MILIA
❤ 1
Kurangi
paparan sinar matahari. Milia bisa semakin parah oleh sinar matahari. Terutama,
jika Anda menderita milia sekunder yang disebabkan oleh kulit yang melepuh.
Luka bakar akibat sinar matahari dapat menyebabkan milia meluas dan tidak
kunjung hilang. Jadi, mengurangi paparan sinar matahari memungkinkan Anda
menghilangkan milia lebih cepat.
•Jauhi
sinar matahari langsung semaksimal mungkin. Saat menghabiskan waktu di luar
rumah, kenakan topi untuk melindungi wajah.
•Gunakan
sunblock lembut bebas minyak yang khusus diformulasikan untuk perawatan wajah.
Sunblock berminyak yang berat hanya akan semakin menyumbat pori-pori sehingga
timbunan sel kulit mati penyebab milia semakin sulit dieksfoliasi.
•Sunblock
ringan juga dapat melindungi kulit dari sinar matahari tanpa menyumbat
pori-pori. Carilah sunblock ringan dengan SPF minimal 15 atau lebih.
❤ 2
Hindari
krim atau kosmetik berat. Anda mungkin tergoda menyamarkan milia dengan riasan.
Namun, hal ini justru akan membuatnya bertahan lebih lama. Selain itu, riasan
juga akan mengotori wajah sehingga membuat milia semakin sulit dihilangkan.
•Krim
dan kosmetik berat akan bertahan lama di permukaan kulit dan menyumbat
pori-pori. Padahal, untuk menghilangkan milia, Anda harus mengeksfoliasi
sel-sel kulit mati. Jadi, hal ini akan semakin sulit dilakukan apabila
pori-pori kulit tersumbat riasan.
❤ 3
Jadikan
perawatan kulit yang baik sebagai bagian rutinitas sehari-hari. Anda mungkin
tidak bisa mencegah milia sepenuhnya. Namun, Anda bisa mengambil langkah untuk
mengurangi frekuensi kemunculannya. Pastikan untuk merawat kulit setiap hari.
Bersihkan wajah, gunakan pelembap, dan cukupi kebutuhan cairan tubuh. Anda
mungkin juga perlu mempertimbangkan perawatan facial rutin jika anggaran
belanja Anda memungkinkan.
KSC Beauty Clinique
Sumber : wikihow
Sabtu, 19 Oktober 2013
Struktur dan Fungsi Kulit Manusia
STRUKTUR KULIT
Sebagai Dokter Specialis Kulit dan Kelamin serta Beautician yang
berhubungan dengan kulit manusia, sudah selayaknya tahu secara detail Struktur
dan Fungsi Kulit. Namun di era globalisasi ini pengetahuan dasar tersebut bisa dipelajari
oleh kalayak umum seperti kita.
Dengan mengetahui struktur dan fungsi
kulit maka setidaknya kita bisa merawat serta melakukan tindakan dasar jika
pada suatu saat mengalami masalah dengan kulit kita
Kulit manusia tersusun atas dua lapisan,
yaitu epidermis dan dermis. Epidermis dan dermis
dapat terikat satu sama lain akibat adanya papilare dermis dan rabung
epidermis.
Epidermis merupakan lapisan teratas pada kulit manusia dan memiliki tebal yang
berbeda-beda: 400-600 μm untuk kulit tebal (kulit pada telapak tangan dan kaki)
dan 75-150 μm untuk kulit tipis (kulit selain telapak tangan dan kaki, memiliki
rambut).
Selain sel-sel epitel, epidermis juga
tersusun atas lapisan:
- Melanosit, yaitu sel yang menghasilkan melanin melalui proses melanogenesis.
- Sel Langerhans, yaitu sel yang merupakan makrofag turunan sumsum tulang, yang merangsang sel Limfosit T, mengikat, mengolah, dan merepresentasikan antigen kepada sel Limfosit T. Dengan demikian, sel Langerhans berperan penting dalam imunologi kulit.
- Sel Merkel, yaitu sel yang berfungsi sebagai mekanoreseptor sensoris dan berhubungan fungsi dengan sistem neuroendokrin difus.
- Keratinosit, yang secara bersusun dari lapisan paling luar hingga paling dalam sebagai berikut:
- Stratum Korneum, terdiri atas 15-20 lapis sel gepeng, tanpa inti dengan sitoplasma yang dipenuhi keratin.
- Stratum Lucidum, terdiri atas lapisan tipis sel epidermis eosinofilik yang sangat gepeng, dan sitoplasma terdri atas keratin padat. Antar sel terdapat desmosom.
- Stratum Granulosum, terdiri atas 3-5 lapis sel poligonal gepeng yang sitoplasmanya berisikan granul keratohialin. Pada membran sel terdapat granula lamela yang mengeluarkan materi perekat antar sel, yang bekerja sebagai penyaring selektif terhadap masuknya materi asing, serta menyediakan efek pelindung pada kulit.
- Stratum Spinosum, terdiri atas sel-sel kuboid. Sel-sel spinosum saling terikat dengan filamen; filamen ini memiliki fungsi untuk mempertahankan kohesivitas (kerekatan) antar sel dan melawan efek abrasi. Dengan demikian, sel-sel spinosum ini banyak terdapat di daerah yang berpotensi mengalami gesekan seperti telapak kaki.
- Stratum Basal/Germinativum, merupakan lapisan paling bawah pada epidermis, terdiri atas selapis sel kuboid. Pada stratum basal terjadi aktivitas mitosis, sehingga stratum ini bertanggung jawab dalam proses pembaharuan sel-sel epidermis secara berkesinambungan.
- Dermis, yaitu lapisan kulit di bawah epidermis, memiliki ketebalan yang bervariasi bergantung pada daerah tubuh dan mencapai maksimum 4 mm di daerah punggung. Dermis terdiri atas dua lapisan dengan batas yang tidak nyata, yaitu stratum papilare dan stratum reticular. sbb :
- Stratum papilare, yang merupakan bagian utama dari papila dermis, terdiri atas jaringan ikat longgar. Pada stratum ini didapati fibroblast, sel mast, makrofag, dan leukosit yang keluar dari pembuluh (ekstravasasi).
- Stratum retikulare, yang lebih tebal dari stratum papilare dan tersusun atas jaringan ikat padat tak teratur (terutama kolagen tipe I)
Selain kedua stratum di atas, dermis juga mengandung beberapa turunan
epidermis, yaitu folikel rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar sebacea. Sebagai
berikut :
- Rambut, merupakan struktur berkeratin panjang yang berasal dari invaginasi epitel epidermis, yaitu folikel rambut. Pada folikel ini terdapat pelebaran terminal yang berbentuk benjolan pada sebuah papilla dermis. Papila dermis tersebut mengandung kapiler dan ditutupi oleh sel-sel yang akan membentuk korteks rambut, kutikula rambut, dan sarung akar rambut.
- Kelenjar keringat, yang terdiri atas kelenjar keringat merokrin dan kelenjar keringat apokrin
- Kelenjar keringat merokrin, berupa kelenjar tubular sipleks bergelung dengan saluran bermuara di permukaan kulit. Salurannya tidak bercabang dan memiliki diameter lebih kecil dari bagian sekresinya 0,4 mm. Terdapat dua macam sel mioepitel yang mengelilingi bagian sekresinya, yaitu sel gelap yang mengandung granula sekretoris dan sel terang yang tidak mengandung granula sekretoris.
- Kelenjar keringat apokrin, memiliki ukuran lebih besar (3-5 mm) dari kelenjar keringat merokrin. Kelenjar ini terbenam di bagian dermis dan hipodermis, dan duktusnya bermuara ke dalam folikel rambut. Terdapat di daerah ketiak dan anus.
- Kelenjar sebacea, yang merupakan kelenjar holokrin, terbenam di bagian dermis dengan jumlah bervariasi mulai dari seratus hingga sembilan ratus per centimeter persegi. Sekret dari kelenjar sebacea adalah sebum, yang tersusun atas campuran lipid meliputi trigliserida, lilin, squalene, dan kolesterol beserta esternya.
Pada bagian bawah dermis, terdapat suatu
jaringan ikat longgar yang disebut jaringan subkutan dan mengandung sel lemak
yang bervariasi. Jaringan ini disebut juga fasia superficial, atau panikulus
adiposus. Jaringan ini mengandung jalinan yang kaya akan pembuluh darah dan
pembuluh limfe. Arteri yang terdapat membentuk dua plexus, satu di antara
stratum papilare dan retikulare, satu lagi di antara dermis dan jaringan
subkutis. Cabang-cabang plexus tersebut mendarahi papila dermis. Sedangkan vena
membentuk tiga plexus, dua berlokasi seperti arteri, satu lagi di pertengahan
dermis. Adapun pembuluh limfe memiliki lokasi sama dengan pembuluh arteri.
Untuk mendukung fungsi kulit sebagai
penerima stimulus, maka terdapat banyak ujung saraf, antara lain di epidermis,
folikel rambut, kelenjar kutan, jaringan dermis dan subkutis, serta papila
dermis. Ujung saraf ini tanggap terhadap stimulus seperti rabaan-tekanan,
sensasi taktil, suhu tinggi/rendah, nyeri, gatal, dan sensasi lainnya. Ujung
saraf ini meliputi ujung Ruffini, Vaterpacini, Meissner, dan Krause.
Selain itu turunan kulit yang lain
adalah kuku. Kuku merupakan lempeng sel epitel berkeratin pada permukaan dorsal
setiap falang distal. Lempeng kuku terletak pada stratum korneum, sedangkan
dasar kuku terletak pada stratum basal dan spinosum.
FUNGSI KULIT
Kulit memiliki banyak fungsi, yang berguna dalam menjaga homeostasis tubuh.
Fungsi-fungsi tersebut dapat dibedakan menjadi fungsi proteksi, absorpsi,
ekskresi, persepsi, pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), dan
pembentukan vitamin D.
1. Fungsi proteksi
Kulit menyediakan proteksi terhadap tubuh dalam berbagai cara sebagai yaitu
berikut:
Keratin melindungi kulit dari mikroba, abrasi (gesekan), panas, dan zat
kimia. Keratin merupakan struktur yang keras, kaku, dan tersusun rapi dan erat
seperti batu bata di permukaan kulit.
Lipid yang dilepaskan
mencegah evaporasi air dari permukaan kulit dan dehidrasi; selain itu juga
mencegah masuknya air dari lingkungan luar tubuh melalui kulit.
-Sebum yang berminyak
dari kelenjar sebasea mencegah kulit dan rambut dari kekeringan serta
mengandung zat bakterisid yang berfungsi membunuh bakteri di permukaan kulit.
Adanya sebum ini, bersamaan dengan ekskresi keringat, akan menghasilkan mantel
asam dengan kadar pH 5-6.5 yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba.
Pigmen melanin
melindungi dari efek dari sinar UV yang berbahaya. Pada stratum basal, sel-sel
melanosit melepaskan pigmen melanin ke sel-sel di sekitarnya. Pigmen ini
bertugas melindungi materi genetik dari sinar matahari, sehingga materi genetik
dapat tersimpan dengan baik. Apabila terjadi gangguan pada proteksi oleh
melanin, maka dapat timbul keganasan.
Selain itu ada sel-sel
yang berperan sebagai sel imun yang protektif. Yang pertama adalah sel
Langerhans, yang merepresentasikan antigen terhadap mikroba. Kemudian ada sel
fagosit yang bertugas memfagositosis mikroba yang masuk melewati keratin dan
sel Langerhans.
2. Fungsi absorpsi
Kulit tidak bisa menyerap air, tapi bisa menyerap material larut-lipid
seperti vitamin A, D, E, dan K, obat-obatan tertentu, oksigen dan karbon
dioksida. Permeabilitas kulit terhadap oksigen, karbondioksida dan uap air
memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada fungsi respirasi. Selain itu
beberapa material toksik dapat diserap seperti aseton, CCl4, dan
merkuri. Beberapa obat juga dirancang untuk larut lemak, seperti kortison,
sehingga mampu berpenetrasi ke kulit dan melepaskan antihistamin di tempat
peradangan.
Kemampuan absorpsi
kulit dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit, hidrasi, kelembaban, metabolisme
dan jenis vehikulum. Penyerapan dapat berlangsung melalui celah antarsel atau
melalui muara saluran kelenjar; tetapi lebih banyak yang melalui sel-sel epidermis
daripada yang melalui muara kelenjar.
3. Fungsi ekskresi
Kulit juga berfungsi dalam ekskresi dengan perantaraan dua kelenjar
eksokrinnya, yaitu kelenjar sebasea dan kelenjar keringat:
Kelenjar sebasea
Kelenjar sebasea merupakan kelenjar yang melekat pada folikel rambut dan
melepaskan lipid yang dikenal sebagai sebum menuju lumen. Sebum dikeluarkan
ketika muskulus arektor pili berkontraksi menekan kelenjar sebasea sehingga
sebum dikeluarkan ke folikel rambut lalu ke permukaan kulit. Sebum tersebut
merupakan campuran dari trigliserida, kolesterol, protein, dan elektrolig.
Sebum berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri, melumasi dan memproteksi
keratin.
Kelenjar keringat
Walaupun stratum korneum kedap air, namun sekitar 400 mL air dapat keluar
dengan cara menguap melalui kelenjar keringat tiap hari. Seorang yang bekerja
dalam ruangan mengekskresikan 200 mL keringat tambahan, dan bagi orang yang
aktif jumlahnya lebih banyak lagi. Selain mengeluarkan air dan panas, keringat
juga merupakan sarana untuk mengekskresikan garam, karbondioksida, dan dua
molekul organik hasil pemecahan protein yaitu amoniak dan urea.
Terdapat dua jenis
kelenjar keringat, yaitu kelenjar keringat apokrin dan kelenjar
keringat merokrin.
Kelenjar keringat
apokrin terdapat di daerah aksila, pay*dara dan pubis, serta aktif pada usia
pubertas dan menghasilkan sekret yang kental dan bau yang khas. Kelenjar
keringat apokrin bekerja ketika ada sinyal dari sistem saraf dan hormon
sehingga sel-sel mioepitel yang ada di sekeliling kelenjar berkontraksi dan
menekan kelenjar keringat apokrin. Akibatnya kelenjar keringat apokrin
melepaskan sekretnya ke folikel rambut lalu ke permukaan luar.
Kelenjar keringat
merokrin (ekrin) terdapat di daerah telapak tangan dan kaki. Sekretnya
mengandung air, elektrolit, nutrien organik, dan sampah metabolisme.
Kadar pH-nya berkisar 4.0 – 6.8. Fungsi dari kelenjar keringat merokrin adalah
mengatur temperatur permukaan, mengekskresikan air dan elektrolit serta
melindungi dari agen asing dengan cara mempersulit perlekatan agen asing dan
menghasilkan dermicidin, sebuah peptida kecil dengan sifat antibiotik.
4. Fungsi persepsi
Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis.
Terhadap rangsangan panas diperankan oleh badan-badan Ruffini di dermis dan subkutis.
Terhadap dingin diperankan oleh badan-badan Krause yang terletak di dermis,
badan taktil Meissner terletak di papila dermis berperan terhadap rabaan,
demikian pula badan Merkel Ranvier yang terletak di epidermis. Sedangkan
terhadap tekanan diperankan oleh badan Paccini di epidermis. Saraf-saraf
sensorik tersebut lebih banyak jumlahnya di daerah yang erotik.
5. Fungsi pengaturan suhu tubuh (termoregulasi)
Kulit berkontribusi terhadap pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) melalui
dua cara: pengeluaran keringat dan menyesuaikan aliran darah di pembuluh
kapiler. Pada saat suhu tinggi, tubuh akan mengeluarkan keringat dalam jumlah
banyak serta memperlebar pembuluh darah (vasodilatasi) sehingga panas akan
terbawa keluar dari tubuh. Sebaliknya, pada saat suhu rendah, tubuh akan
mengeluarkan lebih sedikit keringat dan mempersempit pembuluh darah
(vasokonstriksi) sehingga mengurangi pengeluaran panas oleh tubuh.
6. Fungsi pembentukan vitamin D
Sintesis vitamin D dilakukan dengan mengaktivasi prekursor 7 dihidroksi
kolesterol dengan bantuan sinar ultraviolet. Enzim di hati dan ginjal lalu
memodifikasi prekursor dan menghasilkan calcitriol, bentuk vitamin D yang
aktif. Calcitriol adalah hormon yang berperan dalam mengabsorpsi kalsium
makanan dari traktus gastrointestinal ke dalam pembuluh darah.
Walaupun tubuh mampu memproduksi vitamin D sendiri, namun belum memenuhi
kebutuhan tubuh secara keseluruhan sehingga pemberian vitamin D sistemik masih
tetap diperlukan.
Pada manusia kulit dapat pula mengekspresikan emosi karena adanya pembuluh
darah, kelenjar keringat, dan otot-otot di bawah kulit.
Keratinisasi kulit
Keratinisasi merupakan suatu proses pembentukan lapisan keratin dari
sel-sel yang membelah. Keratinosit dimulai dari sel basal mengadakan
pembelahan, lalu sel basal akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menjadi
sel spinosum, makin ke atas sel menjadi makin gepeng dan bergranula menjadi sel
granulosum. Makin lama inti menghilang, mengalami apoptosis dan menjadi sel
tanduk yang amorf. Sel-sel yang sudah mengalami keratinisasi akan meluruh dan
digantikan dengan sel di bawahnya yang baru saja mengalami keratinisasi untuk
kemudian meluruh kembali, begitu seterusnya. Proses ini memakan waktu sekitar
empat minggu untuk epidermis dengan ketebalan 0.1 mm. Apabila kulit di lapisan
terluar tergerus, seperti pada abrasi atau terbakar, maka sel-sel basal akan
membelah lebih cepat. Mekanisme pertumbuhan ini terutama dipengaruhi oleh
hormon epidermal growth factor (EPF).
Kemudian yang sering ditanyakan oleh pasien di klinik KSC adalah bagaimana Jerawat itu tumbuh dan berkembang ? .... bisa dilihat DISINI ulasannya...
Semoga bermanfaat bagi semuanya.
Best Regards,
KSC Beauty Clinique
sumber : www. wikipedia.com dan www.layartekno.blogspot.com
Senin, 20 Mei 2013
4 TAHAP UNTUK PERAWATAN DI KSC BEAUTY CLINIQUE
Dear All,
Klinik Perawatan Wajah saat ini sepertinya sudah menjadi trend tersendiri, berbagai model perawatan wajah ditawarkan dengan harga yang kompetitif. Sejalan dengan hal ini Perkembangan R&D dari pusat-pusat penelitian juga semakin beragam, sehingga kita sekarang mempunyai berbagai pilihan produk yang terbaik untuk kulit wajah kita sendiri.
KSC Beauty Clinique juga tidak terlepas dari perkembangan ini. Selalu memantau trend produk dari pusat-pusat penelitian di luar negri membuat KSC selalu update. Disamping itu beragam permasalahan dari pasien-pasien yang telah dan sedang berlangsung ditangani oleh KSC, membuat KSC mempunyai mapping tentang kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat umum.
Saat ini perkembangan produk online juga sudah mewabah, klinik-klinik menawarkan pelayanan yang simple, langsung , dan cepat tanpa mengurangi kode etik dari klinik tersebut. begitu juga KSC Beauty Clinique, menawarkan 4 tahapan proses mulai dari pengisian form pasien, konsultasi dokter sampai produk itu diterima oleh pasien. 4 Tahapan tersebut sebagai berikut :
Form Pasien bisa di copy-paste dari gambar berikut ini ,
Kemudian Konsultasi dengan Dokter KSC serta nomer Hotline KSC dan PIN BB
HOTLINE
0812-3232-5252
Demikian step demi step untuk Perawatan di KSC Beauty Clinique.
Semoga bermanfaat
Best Regards,
KSC Beauty Clinique
Minggu, 12 Mei 2013
Milia, Bintil Putih Yang Mengganggu Wajah
Banyak keluhan pasien di KSC Beauty Clinique tentang munculnya bintik-bintik (bintil-bahasa jawa) kecil di sekitar mata, hidung dan dahi. Umumnya bentuknya putih bening, agak keras seperti kutil (daging tumbuh) dan berukuran 1 mm - 2 mm.
Kalau anda mengalami hal seperti ini maka kemungkinan besar itu bernama MILIA....nah apa dan bagaimana milia itu muncul dan cara penanganannya...?
Milia timbul karena lapisan kulit mati (zat keratin) tidak terlepas, dan malah terperangkap dalam kelenjar sebasea di kulit,
sehingga terbentuk kista-kista kecil (kantung kecil) berisi cairan
berwarna putih atau kekuningan.Secara literatur medis, kita bisa mendefinisikan milia sebagai berikut :
Milia yang umum non-kanker (jinak) temuan kulit pada orang dari segala usia. Milia terbentuk langsung dari kulit sloughed-off (milia primer) kecil, lesi berisi cairan (kista) biasanya ditemukan pada wajah bayi dan orang dewasa, sedangkan lesi yang terbentuk secara tidak langsung (milia sekunder) adalah kista kecil yang ditemukan dalam daerah kulit yang terkena kondisi kulit lain.
Milia terbentuk ketika kulit tidak mengelupaskan normal tetapi tetap terjebak dalam kantong pada permukaan kulit. Sebuah milium individu terbentuk (berasal) dari folikel rambut (unit pilosebaceous) atau dari kelenjar keringat (kelenjar ekrin). Dalam milia primer pada bayi, kelenjar minyak (sebaceous gland) mungkin tidak sepenuhnya dikembangkan. Milia sekunder sering mengembangkan setelah cedera (trauma) atau terik pada kulit, yang mengganggu dan menyumbat tabung (saluran kelenjar) menuju ke permukaan kulit. Milia sekunder juga dapat mengembangkan pada kulit rusak akibat sinar matahari orang setengah baya dan lebih tua.
Milia dapat terjadi pada semua usia. Milia terutama sangat umum terjadi pada bayi, bahkan hampir 50 persen, dan hal tersebut adalah normal. Milia biasanya muncul di kulit sekitar mata, pipi, dan dahi.
Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor diduga menyebabkan zat keratin terperangkap di dalam kelenjar sebasea. Antara lain :
- trauma (akibat pemencetan jerawat atau menggosok muka dengan handuk terlalu kuat).
- Ada beberapa orang yang dirilis The Times bahwa stress dari cuaca panas juga menjadi pemicu.
- luka bakar.
- paparan sinar matahari yang berlebihan.
- alergi terhadap produk yang dapat menyebabkan beberapa kerusakan pada kelenjar keringat.
- Ekstraksi dengan menggunakan alat komedo ekstraktor.
- Krim topikal yang mengandung retinoid acid (RA). Penggunaannya juga harus berhati-hati, karena dapat memicu iritasi pada kulit di awal pemakaian.
- Peeling atau mikrodermabrasi secara berkala, namun ada ahli yang menghindari ini karena bisa menyangkut trauma pada kulit yang akhirnya bisa merusak kelenjar keringat.
- Insisi jarum cutting edge, harus oleh dokter specialis kulit.
- Facial. bersihkan wajah dgn scrub yg lembut 2x seminggu (jangan keseringan scrubbing, nanti iritasi), dan ini biasanya memerlukan proses waktu lama.
- Gunakan produk yang tidak mengandung minyak (oil free).
Semoga Bermanfaat
Best Regards
KSC Beauty Clinique
Senin, 06 Juni 2011
KONSULTASI DOKTER : Pakai Pil KB kog malah Muncul Bintik-bintik di Wajah
Tanya :
1. Apakah Pil Kontrasepsi bisa menyebabkan munculnya bintik-bintik diwajah ?
2. Produk Kosmetika apa yang bagus ?
Jawab :
Adanya bintik-bintik hitam setelah memakai Pil KB hal ini bisa menyebabkan Melasma. Melasma adalah kelainan pada kulit yang sering sekali terjadi pada wanita setelah kehamilan. Biasanya terjadi pada bagian tubuh yang sering terpapar matahari yaitu wajah, leher, dan tangan.
Semua ras di dunia bisa terkena maslah melasma ini, terutama Asia dan Latin. Faktor penyebab Melasma adalah Kehamilan, Pil KB, Kosmetika, Obat-obatan, Genetik, Defisiensi, Gizi, Kelaian Endokrin, Kelainan Fungsi Hati, dan Idiopatik (tidak diketahui ).
Karena salah satu faktor penyebab utama melasma adalah Kemahmilan dan Pil KB, maka dalam menjalani terapi untuk menghilangkan melasma salah satunya adlah mengganti metode kontrasepsi pil ke hormonal lainnya, seperti KB Suntik dengan IUD atau Sterilisasi.
Selain itu juga hindari paparan sinar matahari secara langsung, oleh karen itu disarankan menggunakan tabir surya dengan broad spectrum (UVA+UVB) dengan minimal SPF-30. Perlu diberi penjelasan kepada penderita bahwa tidak semua bercak hitam berpigmentasi responsif terhadap pengobatan, adakalanya pengobatan dilakukan terus-menerus karena penderita tidak bisa menghindari penyebab melasma ini.
Saat ini, pengobatan melasma yang paling responsif adalah menggunakan krim-krim topikal yang mengandung bahan pemutih seperti hidrokuinon dan Asam Vitamin A (keduanya harus dibawah pengawasan dokter), kojic acid, azelaic acid, licorice, dan vitamin C.
Pengobatan secara sistemik ( bersifat antioksidan) adalah dengan pemberian vitamin C dosis tinggi minimal 1 gram sehari, bisa melalui oral maupun injeksi, namun ini harus benar-benar pengawas dokter. Pengobatan oral lainnya adalah dengan pine bark yang terbukti ampuh mengurangi pigmentasi kulit.
Pengobatan lainnya adalah dengan tindakan Chemical Peeling, Silk Peel Dermal Infusion dan Laser Pigmentasi yang menggunakan laser Q-Switched Nd:YAG.
Semoga Bermanfaat......
Regards,
KSC Beauty Clinique
KONSULTASI DOKTER : Cara Mengecilkan Pori-Pori Pada Wajah
Tanya :
1. Apa penyebab pori-pori wajah menjadi besar ?
2. Bagaimana cara pencegahannya ?
3. Adakah cara alami untuk mengecilkan pori-pori wajah ?
Jawab :
Pada dasarnya pori-pori kulit wajah yang besar bisa disebabkan oleh aktivitas kelenjar sebum yang berlebihan, umumnya hal ini terjadi pada jenis kulit yang berminyak. Selain itu bisa juga karena pengaruh hormon. Pada pria, pori-pori kulit wajah cenderung lebih besar daripada perempuan.
Penyebab lainnya adalah karena berkurangannya Collagen (jaringan penyangga kulit), terutama pada proses photoaging atau penuaan dini. Berkurangnya kolagen memyebabkan berkurangnya jaringna penyangga, sehingga kulit tampak kendur dan pori-pori kulit lebih terbuka (besar).
Untuk mengatasi pori-pori kulit yang besar ini kita bisa menggunakan dengan pemakaian krim-krim yang bisa menekan aktivitas sebum atau yang bisa merangsang pembentukan kolagen, seperti asam vitamin A dan vitamin C.
Tindakan sederhana dirumah adalah dengan pemakaian masker yang mengandung garam mineral, minyak, dan extrac bothanical, menthol, magnesium sulphate, oatmeal, dan aloe vera. Akan tetapi perlu diperhatikan terhadap efek iritasi dan alergi pada pemakaian masker ini, sebaiknya hindari pemakaian saat kulit mengalami peradangan.
Teknik terkini untuk mengecilkan pori-pori adalah dengan laser rejuvenation menggunakan laser Q-Switched Nd:YAG atau laser resurfacing yang menggunakan laser fractional CO2. Kedua teknik tersebut merangsang pembentukan kolagen, sehingga tektur kulit lebih halus dan pori-pori akan mengecil dengan sendirinya.
semoga bermanfaat....
Regards,
KSC Beauty Clinique













