Jumat, 05 Oktober 2012

IBU HAMIL : Cara Aman dan Cara Pilih Kosmetika





8 CARA AMAN PEMAKAIAN KOSMETIK UNTUK IBU HAMIL

Kehamilan bukan halangan bagi ibu untuk tetap tampil cantik dengan kosmetik. Hanya saja pastikan pilihan kosmetiknya aman. Berikut ragam produk kosmetik dan sejauhmana keamanannya untuk digunakan ibu hamil (bumil).

1. Lipstik.

Lipstik berfungsi membantu mencerahkan penampilan agar tidak pucat. Umumnya, pada lipstik terkandung zat pengawet dan pewarna dalam jumlah terbatas sehingga terbilang aman bila tanpa sengaja bumil menjilat dan menelan sedikit lantaran hendak membasahi bibir. Agar lebih aman, pilih lipstik yang terbuat dari bahan alami. Untuk mengurangi bibir pecah-pecah, bumil juga bisa menggunakan pelembab bibir secara rutin.

2. Parfum
.
Selama tidak menimbulkan alergi pada kulit dan Anda merasa aromanya menyegarkan, boleh-boleh saja parfim disemprotkan. Namun jika bumil tiba-tiba sensitif dengan wangi parfum yang biasa digunakan sebelumnya (bumil merasa mual bahkan pusing), maka hindari pemakaian secara berlebihan. Jangan juga menyemprotkan ke bagian leher yang notabene dekat dengan indra penciuman. Bila perlu ganti parfum dengan aroma lainnya.

3. Krim pemutih wajah.

Mungkin sebelum hamil, ibu rutin menggunakan krim pemutih. Namun saat berbadan dua penggunaan krim pemutih sebaiknya dihentikan sementara waktu, meski ibu mengalami flek hitam di sekitar wajah. Ada beberapa produk pemutih berbahan merkuri yang dapat membahayakan janin. Bila masih ragu, konsultasikan dengan dokter.

4. Cat rambut.

Salah satu cara mengubah penampilan agar tampak "cling" adalah mengecat rambut. Ada beberapa produk pewarna rambut berbahan dasar alami yang umumnya bisa digunakan oleh bumil. Namun sekali lagi konsultasikan hal ini pada dokter terlebih dahulu dan lakukan pengecatan setelah trimester kedua. Perhatikan juga aturan pakainya secara merata.

5. Obat jerawat.

Faktor hormonal kerap memicu jerawat pada bumil. Namun penggunaan obat jerawat yang banyak dijual di pasaran sebaiknya dihindari, setidaknya hingga usia kandungan empat bulan. Jika keberadaan jerawat itu sudah sangat menganggu, ibu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapat obat jerawat yang aman bagi ibu hamil. Untuk mengurangi produksi minyak dan sumbatan sebum penyebab jerawat, bumil juga dapat menggunakan pembersih atau sabun khusus wajah secara teratur pagi dan malam.

6. Produk penghilang bulu.

Faktor hormonal saat berbadan dua terkadang menyebabkan bulu atau rambut tipis tumbuh di kaki atau tangan bumil, bahkan di area bibir atas seperti kumis. Ada beberapa produk penghilang bulu yang beredar di pasaran, namun umumnya mengandung bahan kimia, yang lebih baik tidak digunakan selagi hamil. Cara konvensional, seperti mencukur bulu, lebih disarankan karena jauh lebih aman.

7. Pemutih gigi.

Bagaimana dengan produk pemutih gigi? Bahan-bahan kimia pada produk pemutih gigi (dalam bentuk strip maupun cair) diduga dapat menembus masuk ke dalam gusi dan saluran darah sehingga akhirnya sampai pada janin. Karena itu, untuk sementara hindari penggunaan pemutih gigi, kalau memang perlu, pasta gigi yang mengandung pemutih akan lebih aman.

8. Treatment rambut.

Salah satu cara mengubah penampilan adalah mengeriting atau meluruskan rambut. Ketika hamil treatment ini harap ditunda dulu mengingat bahan dasar yang digunakan untuk kedua proses ini cukup keras. Kalaupun ingin tampil dengan gaya rambut berbeda, mintalah penata rambut di salon untuk mem-blow lurus atau ikal rambut Anda. Dijamin penampilan Anda tambah
chic.



KIAT YANG  AMAN  MEMILIH  KOSMETIKA  UNTUK  IBU  HAMIL


Satu catatan untuk ibu hamil (bumil) yang ingin tetap tampil cantik, pilihlah kosmetik yang aman. Produk kosmetik, bagaimanapun tak luput dari kandungan kimiawi. Memang, sejauh ini efek kosmetik dan perawatan kecantikan terhadap janin belum diteliti secara pasti.

Meski begitu, dokter biasanya menyarankan pada bumil untuk tidak sembarangan menggunakan produk berbahan kimia, paling tidak pada trimester pertama. Mengapa? dr Tina Wardhani Wisesa, SpKK (K) dari Klinik Sakti Medika Tebet, Jakarta menjelaskan masa awal kehamilan adalah periode kritis tumbuh kembang janin, di mana terjadi pembelahan sel yang sangat cepat. Alhasil, kalau ada zat asing berupa bahan kimia berbahaya masuk, terserap melalui pori-pori kulit dan mencapai aliran darah, bisa saja "mencemari" atau mengganggu pertumbuhan janin.

Nah, berikut ini poin-poin penting dalam memilih kosmetik yang aman buat bumil:

  • Konsultasi dengan dokter kandungan dan dokter spesialis kulit terkait produk kosmetik yang selama ini Anda gunakan. Tanyakan kembali apakah produk kosmetik tersebut masih aman dipakai saat hamil atau sebaliknya. Bila tidak, sebaiknya segera ganti kosmetik sesuai rekomendasi ahli.
  • Pilih produk kosmetik berbahan dasar air atau alami atau berlabel green (produk hijau) yang umumnya aman untuk bumil.
  • Pilih produk yang terdaftar di Kementrian Kesehatan atau Badan POM. Perhatikan nomor kode produksi dan tanggal kadaluwarsanya. Jadi, pastikan merek, kandungan, dan izin produksinya.
  •  Perhatikan cara pemakaian produk tersebut yang terdapat pada kemasan.
  •  Hindari membeli produk kosmetik lantaran sedang tren atau ikut-ikutan orang lain.
  • Pakai kosmetik secukupnya. Kosmetik yang selama ini biasa ibu pakai, belum tentu cocok dipakai saat hamil. Bisa saja muncul reaksi alergi. Jika ada reaksi tertentu, seperti terasa panas, gatal, muncul perubahan warna kulit, segera hentikan penggunaannya dan konsultasikan ke dokter.
Sumber : Kompas dan Majalah Nikita oleh Hilman Hilmansyah




Semoga bermanfaat........

Best Regards,
KSC Beauty Clinique